Berita Malang Raya

Massa HMI Kota Malang kembali Beraksi, Desak Kapolda Bengkulu Dicopot, ini Alasannya

Sejumlah massa gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Malang kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang.M

Massa HMI Kota Malang kembali Beraksi, Desak Kapolda Bengkulu Dicopot, ini Alasannya
surya.co.id/hayu yudha prabowo
TOLAK TINDAKAN REPRESIF - Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang bersitegang dan terlibat aksi saling dorong dengan polisi dalam aksi demontrasi di Gedung DPRD, Kota Malang, Jumat (21/9/2018). Massa aksi menolak tindakan represif polisi pada massa aksi demontrasi di Bengkulu dan mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah Jokowi-JK. 

SURYA.co.id |MALANG - Sejumlah massa gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Malang kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (21/9/2018).

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 15.00 WIB di depan gedung DPRD Kota Malang.

Tuntutan utama mereka di antaranya meminta pencopotan Kapolda Bengkulu yang dianggap melakukan tindakan represif terhadap rekan mereka, kader HMI Bengkulu.

Tuntutan lainnya di antaranya adalah menuntut pemerintah agar benar-benar bisa mewujudkan nawa cita program yang dicanangkan pemerintah. Setidaknya ada enam poin yang menjadi tuntutan utama dari massa aksi.

Enam poin tuntutan tersebut adalah menegakkan konstitusi Indonesia, menghidupkan kembali demokrasi Indonesia, stabilkan perekonomian bangsa, mengurangi impor, menuntaskan permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM) dan mencopot Kapolda Bengkulu dan menghukum polisi yang melakukan tindakan represif terhadap kader HMI Bengkulu.

"Aksi kali ini merupakan bagian dari demokrasi. Kami rasa ini merupakan hak dari para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Kami ingin Kapolri menindak tegas oknum polisi yang melakukan tindakan represif kepada kader HMI di Bengkulu. Kami rasa hal itu sudah mencederai demokrasi," ucap Sutriyadi, Ketua HMI Cabang Kota Malang.

Dalam aksi tersebut, massa sempat ditemui oleh anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PAN, Dito Arief. Meskipun sudah ditemui oleh anggota DPRD Kota Malang, massa tampaknya masih belum puas dan terus berteriak meminta anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PDI-P untuk turun menemui massa. Lantaran tak kunjung ditemu, massa sempat memaksa masuk melalui gerbang utama gedung DPRD Kota Malang.

Massa juga sempat menutup jalan Bundaran Tugu tepat di depan gedung DPRD Kota Malang. Tak kunjung mendapat respon dari anggota DPRD Kota Malang, massa aksi mulai melakukan aksi dengan memanjat pagar depan gedung DPRD Kota Malang. Massa terus berteriak menyuarakan tuntutan mereka.

Tak berselang lama, massa memaksa masuk ke pelataran gedung DPRD Kota Malang. Mereka terus berteriak menyuarakan tuntutan serta meminta anggota DPRD Kota Malang untuk menemui massa.

"Saat ini ekonomi Indonesia mengalami pelemahan. Untuk itu kami ingin pemerintah benar-benar melakukan langkah-langkah yang tepat utamanya untuk mengatasi pelemahan ekonomi dengan mengurangi impor," tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PAN, Dito Arief yang sempat menemui massa aksi mengakui bahwa dirinya menghormati apa yang dilakukan oleh massa aksi. Namun, ia mengakui bahwa memang waktu kedatangan dari massa aksi kurang tepat. Pasalnya sebagian besar anggota dewan sedang tidak ada ditempat.

"Harusnya memang ada koordinasi terlebih dahulu. Sebab, memang tidak semua anggota DPRD Kota Malang berada di tempat," terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sudah berusaha untuk menemui massa aksi. Tetapi massa aksi tetap meminta untuk anggota DPRD Kota Malang dari fraksi lain untuk menemui. Terutama anggota DPRD dari fraksi PDI-P. Namun, salah satu anggota DPRD hasil PAW itu akhirnya bisa menenangkan massa yang sempat berupaya merangsek masuk ke gedung dewan.

"Kami secara pribadi dan dari fraksi PAN akan terus memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan dari massa HMI. Kami juga mengapresiasi kerja keras serta perjuangan dari rekan-rekan mahasiswa. Tuntutan mereka akan kami bawa sebagai aspirasi," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help