Berita Surabaya

Sedu Sedan Sutini Membuncah Lihat Rumahnya di Jalan Barata Jaya Surabaya Dibongkar

"Saya nangis bukan menolak pembongkaran. Saya tahu bahwa itu bangunan liar dan tidak berhak memilikinya," kata Sutini

Sedu Sedan Sutini Membuncah Lihat Rumahnya di Jalan Barata Jaya Surabaya Dibongkar
surya/pipit maulidiya
Seorang anak melihat alat berat Satpol PP menghancurkan bangunan liar di Jalan Barata Jaya Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sedu sedan Sutini (55), warga Surabaya asal Bangkalan, Madura, membuncah tatkala melihat tempat tinggalnya yang berada di Jalan Barata Jaya dibongkar Satpol PP Surabaya, Kamis (20/9/2018).

Lebih dari 21 tahun tinggal di bangunan itu, menyisakan memori tersendiri bagi Sutini. Sehingga air matanya pun tak terbendung kala alat berat mulai merobohkan tempat tinggal yang dia beli 1997 lalu dengan harga Rp 10 juta rupiah.

"Saya nangis bukan menolak pembongkaran. Saya tahu bahwa itu bangunan liar (bangli) dan saya tidak berhak memilikinya. Cuma bagaimana lagi, sudah 21 tahun banyak memori di sana, saya menangis karena sedih saja kehilangan semua itu," akunya menyeka air mata sambil melihat rumahnya mulai rata dengan tanah.

Selain Sutini, masih ada beberapa warga yang belum kunjung pindah dari bangli di Jalan Barata Jaya itu.

Baca: VIDEO - Suasana Pembongkaran Bangunan Liar di Barata Jaya Surabaya

Solikha (32) misalnya, ibu tiga anak ini masih bingung mau tinggal di mana karena belum punya tempat tinggal baru.

"Pindahnya sih gampang, cuma uangnya ini belum ada. Apalagi suami hanya bekerja menjual reklame," katanya masing menunggu sang suami berberes barang dagangan.

Solikha selama ini tinggal di sebuah bangli Jalan Barata Jaya dengan sistem mengontrak. Sejak ada kabar akan dibongkar, nilai sewa pun turun. Yang awalnya 1 tahun Rp 6.000.000 menjadi pembayaran per bulan 400 ribu saja.

"Ya kami tahu kalau akan segera digusur. Cuma memang belum ada uang, jadi belum bisa pindah," katanya.

Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Budi Santoso menjelaskan sosialisasi penertiban bangli ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 akhir.

Penertiban itu adalah permintaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang mengirim surat kepada Pemprov Jawa Timur.

"Minta ditertibkan karena bangli kawasan ini dekat sungai. Nah kami kordinasi dengan wilayah Surabaya termasuk satpol PP, penertibannya Jalan Barata Jaya ke Barat, lalu terus Medokan. Jalan Barata Jaya ini panjangnya 1 kilo meter sekitar 56 sampai 58 bangli," terang Budi sambil melihat proses pebertiban.

Sosialisasi sudah dilakukan tiga kali. Sosialisasi pertama Januari awal 2017, kemudian SP 1 Juli 2017, SP 2 bulan Agustus, SP 3 tangg 11 Januari 2018, kemudian ditertibkan hari ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur lanjut Budi belum mengambil tindakan untuk para pedagang yang tinggal di bangli. Namun untuk rumah tangga di kawasan sisi Barat akan mendapatkan rusun.

"Nanti rumah tangga di sisi Barat harus ada rusun. Setelah pembongkatan jadi wewenang Kota Surabaya. Tapi sementara kami dengar untuk normalisasi sungai, inspeksi dari Brantas ini untuk kawasan taman," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help