Berita Madiun

Punya Ribuan Anggota, MTA Kabupaten Madiun Nyatakan Netral dalam Pileg dan Pilpres 2019

Sadar bahwa jumlah anggotanya yang ribuan menjadi magnet untuk Parpol jelang Pilpres, Majelis Tafsir Al-Quran Kabupaten Madiun deklarasi netral.

Punya Ribuan Anggota, MTA Kabupaten Madiun Nyatakan Netral dalam Pileg dan Pilpres 2019
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Ratusan anggota MTA Perwakilan Kabupaten Madiun ikrar nyatakan sikap netral dalam Pileg dan Pilpres 2019 

SURYA.co.id|MADIUN - Organisasi atau lembaga dengan basis massa yang jumlahnya mencapai ribuan diperebutkan oleh partai politik menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. Sebab, basis massa menjadi faktor penting untuk mendulang suara.

Namun, tidak semua organisasi atau lembaga mau ikut terlibat dalam politik praktis. Bahkan, tidak sedikit lembaga atau organisasi yang menyatakan netralitasnya, dengan tidak menyatakan dukungan terhadap caleg atau capres.

Misalnya saja, Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) Perwakilan Kabupaten Madiun, yang menyatakan netral. Hal itu diwujudkan dengan pembacaan ikrar mendukung Pemilu 2019 yang aman dan damai, oleh ratusan perwakilan anggota MTA Kabupaten Madiun.

"Hari ini kami mengadakan silaturahim kebangsaan. Silaturahim kebangsaan ini dalam rangka menjaga NKRI dan kebhinekaan, menuju Pemilu 2019 yang aman dan damai. Kami juga mengimbau kepada seluruh anggota untuk menjaga netralitas, dan mendukung suksesnya Pileg dan Pilpres 2019," kata Ketua MTA Kabupaten Madiun, Sarwito di gedung perwakilan MTA Madiun, di Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu, Kamis (20/9/2018) sore.

Baca: Kian Percaya Diri, Ludruk Luntas Masuk Hotel

Baca: Kronologi Honda Mobilio Terguling di Jl A Yani Surabaya

Dia menuturkan, anggota MTA Perwakilan Kabupaten Madiun sekitar 2.500 yang tersebar di 15 kecamatan. Namun, karena keterbatasan tempat, deklarasi mendukung Pemilu 2019 yang damai itu hanya diikuti 500 orang perwakilan dari tiap kecamatan.

Dalam pembacaan ikrar oleh ratusan anggita MTA ini, disebutkan bahwa seluruh anggota MTA, khusunya di Kabupaten Madiun untuk netral dan siap menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Pemilu 2019. Meski demikian, ia mempersilahkan kepada anggota MTA untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu mendatang.

"MTA ini bukan ormas dan juga parpol, tetapi lembaga dakwah. Kami netral, pokoknya mengaji, kami belajar al-quran dan sunnah, dan program pemerintah kami dukung. Dalam hal ini, kami membuat deklarasi dukungan untuk penyelengaraan Pemilu 2019 yang aman dan damai," imbuhnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada satupun parpol atau timses yang berusaha mendekati untuk meminta dukungan. Menurutnya, hal itu karena MTA merupakan lembaga dakwah, dan bukan parpol ataupun ormas.

"Belum ada yang mendekati, karena sudah tahu kalau MTA itu netral, bukan parpol atau ormas, jadi netral.
Tidak ada, karena posisi kami sebagai lembaga yang netral," katanya

Acara silaturahmi kebangsaan dan deklarasi untuk mensukseskan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman dan damai itu juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Madiun

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved