Pilpres 2019

KPU RI Tidak Bisa Menandai Caleg Mantan Napi Koruptor di Surat Suara, Ini Penyebabnya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bisa menandai caleg mantan napi koruptor di surat suara.

KPU RI Tidak Bisa Menandai Caleg Mantan Napi Koruptor di Surat Suara, Ini Penyebabnya
Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga
Komisioner KPU RI, Ilham Saputra. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bisa menandai caleg mantan napi koruptor di surat suara.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU RI, Ilham Saputra ditemui di kantor KPU RI, Kamis (20/9/2018).

Ilham Saputra mengatakan, alasannya karena desain surat suara Pemilu 2019 sudah dirampungkan dan ditetapkan penyelenggara pemilu.

Baca: PSI Kecewa Mahkamah Agung Putuskan Mantan Napi Koruptor Boleh Nyaleg

Baca: Partai Gerindra Hormati Putusan MA soal Mantan Napi Koruptor Boleh Nyaleg

"Kalau di surat suara tidak mungkin. Sebab surat suara kan sudah kita launching, umumkan. Kami sudah tetapkan seperti itu," ujar Ilham Saputra.

Dia menjelaskan, desain surat suara Pemilu 2019 tidak mencantumkan foto caleg.

Baca: Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi-KH Maruf di Jatim

Sehingga, opsi penandaan bagi caleg mantan napi korupsi tidak dimungkinkan.

Sebab, kata Ilham Saputra, surat suara itu sudah tidak bisa ditandai. 

Dikarenakan surat suara untuk caleg tak ada fotonya.

Berbeda dengan surat suara untuk pasangan capres-cawapres yang menampilkan foto.

Namun, kata dia, opsi penandaan bagi caleg mantan narapidana korupsi dapat dilakukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sebab, di TPS itu ada daftar calon tetap (DCT) caleg yang disertai foto dan asal partai politik yang bersangkutan.

"Di TPS itu ada daftar calon. Ada DCT yang kita umumkan dengan nama dan gambar dan asal parpol. Apakah nanti kami bisa beri tanda, mana caleg koruptor, itu akan kami bicarakan lebih lanjut," katanya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved