Rumah Politik Jatim

Pengamat Politik Unair, Novri Susan Sebut Label Ulama kepada Sandiaga Strategi Pecah Suara

Pengamat Politik Unair, Surabaya, Novri Susan mengatakan label ulama pada Sandi tersebut tidak lebih sekadar instrumental politik.

Pengamat Politik Unair, Novri Susan Sebut Label Ulama kepada Sandiaga Strategi Pecah Suara
Surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
Novri Susan, pengamat politik dan pakar Sosiologi Universitas Airlangga 

SURYA.id |SURABAYA - Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid memberikan label ulama kepada bakal Cawapres, Sandiaga Uno.

Menurut Hidayat nur Wahid, Sandiaga layak mendapatkan gelar tersebut karena menurutnya ulama bukan hanya seseorang yang ahli dalam keilmuan islam saja, namun juga ilmu pengetahuan yang lain, dan Sandi termasuk sosok tersebut.

Baca: Pengamat Politik Unair, Novri Susan : Masyarakat Jawa Timur Tahu Ulama Bukan Status Hadiah

Fenomena tersebut mendapatkan kritikan dari berbagai pihak karena dinilai titel ulama yang disematkan ke Sandiaga sarat dengan kepentingan politik.

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Novri Susan mengatakan label ulama pada Sandi tersebut tidak lebih sekadar instrumental politik.

"Jadi istilah Ulama itu digunakan kubu Prabowo-Sandi untuk menjadi daya tarik bagi masyarakat," kata Novri, Rabu (19/9/2018).

Selain itu, label ulama tersebut diharapkan bisa memecah suara kalangan religius agar tidak condong ke Bacawapres, Maruf Amin.

Sehingga menurut Novi, label ulama yang diberikan pada Sandiaga adalah titel yang dipaksakan.

Apalagi pemberian tersebut di saat Sandiaga berstatus Bakal Cawapres.

"Kalau sosok Maruf Amin kan memang sejak lama sudah disebut ulama. Jadi menurut saya itu (pemberian label ulama Sandiaga) adalah strategi kampanye yang salah," lanjutnya.

Novri melanjutkan, masyarakat Indonesia terutama Jawa Timur tidak akan termakan umpan tersebut karena menurut Novri masyarakat Indonesia sudah tahu bahwa Ulama bukan lah status yang dihadiahkan.

"Apalagi Jawa Timur sebagai basis pondok pesantren, tentu tahu betul bagiamana ulama itu," ucapnya. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help