Berita Mojokerto

Gudang Plastik dan Benang di Mojokerto Ludes Terbakar. Begini Kronologinya

Kebakaran melalap habis gudang plastik dan benang di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu, 19 September 2918.

Gudang Plastik dan Benang di Mojokerto Ludes Terbakar. Begini Kronologinya
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api yang membakar gudang benang dan plastik di Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kebakaran melalap habis gudang plastik dan benang di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu, 19 September 2918. 

Akibat kebakaran itu, pemilik pabrik, Hayati (46), merugi ratusan juta Rupiah. 

Hayati baru sadar gudangnya terbakar pukul 13.30 saat kobaran api sudah membesar dan asap hitam pekat membumbung tinggi. 

Dibantu warga, Hayati berusaha menyelamatkan barang-barang berharga di serta surat-surat penting yang ada di dalam rumah, sebelum api dari gudang merambat ke rumah. 

"Tiga gudang saya habis terbakar. Saya tak sempat menyelamatkan dagangan. Saya hanya sempat mengevakuasi barang yang ada di dalam rumah," katanya.

Baca: Pohon Beringin Dekat Makam di Tuban Tiba-tiba Terbakar. Kok Bisa?

Baca: Kenal di Media Sosial, Pak Guru di Sidoarjo Ajak Siswa SMP Ketemuan dan Lakukan Ini Dalam Mobil

Sebagian dari warga berupaya mengantisipasi agar api tak merambat ke kediamannya. Mereka membobol area samping gudang yang temboknya terbuat dari bambu.

Warga juga telah menyiapkan ember berisi air untuk menyiram apabila api sudah mulai dekat.

Mereka juga berteriak ke petugas pemadam kebakaran, supaya lebih dahulu memadamkan titik api yang berada di dekat rumah warga.

"Pak, pak sebelah sini dulu dipadamkan biar tidak merembet,"teriak seorang warga.

Beruntung, pemadam kebakaran berhasil memadamkan beberapa titik api sehingga api itu tak sampai merembet ke rumah warga.

Baca: Polda Jatim Tangkap 4 Perempuan dan 1 Pria yang Bawa Sabu-sabu 13,5 Kilogram di Surabaya

Baca: Sempat Mengaku Bujang, Guru yang Cabuli Siswi SMP di Sidoarjo Dalam Mobil Sudah Punya Anak

Ia mengungkapkan, siang itu angin berhembus kencang. Membuat api lebih mudah merembet. Apalagi, di dalam gudang tersebut berisi bahan-bahan mudah terbakar.

"Isi dalam gudang benang dan plastik. Mungkin ada orang bakar-bakar di belakang gudang saya lalu api merembet. Saya langsung telepon pemadam kebakaran. Kerugian ratusan juta," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Takim (59) warga yang rumahnya berada sebelah gudang milik Hayati mengatakan, ia tak dapat melakukan apa-apa saat melihat kobaran api.

"Pertama kali melihat kami tidak tahu mau berbuat apa. Karena gudang berisi plastik. Pasti susah memadamkan. Setelah ada pemadam kebakaran, berupaya ikut memadamkan," pungkasnya. (Nen)

Sebanyak enam mobil damkar diturunkan untuk memadamkan api. Sekira pukul 15.45 api baru dapat dipadamkan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, Hayati harus merugi ratusan juta.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help