Berita Kota Batu

101 Seniman Pamer Karya Seni di Kota Batu: dari Patung Wanita Hamil Diakui Ada Aura Mistis

Karya seniman Danni Febriana berjudul 'Perjumpaan Terakhir Dengan Seekor Domba' menyambut pengunjung saat masuk arema pameran.

101 Seniman Pamer Karya Seni di Kota Batu: dari Patung Wanita Hamil Diakui Ada Aura Mistis
surya.co.id/sany eka putri
Seorang pengunjung memotret satu karya seni dalam pameran bertajuk Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) di Graha Pancasila, Kota Batu, Selasa (18/9/2018). 

SURYA.co.id | KOTA BATU - Karya seniman Danni Febriana berjudul 'Perjumpaan Terakhir Dengan Seekor Domba' menyambut pengunjung saat masuk arema  pameran.

Pamera seni rupa berlangsung hingga 12 Oktober 2018 di Graha Pancasila Batu ini bertajuk Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) dengan tema 'Panji sebagai Penguat Karakter Bangsa'.

Sebagai penyelenggara Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pemkot Batu.

Karya seni ini tertata rapi di dinding yang membagi gedung menjadi beberapa bagian. Tidak hanya didinding, ada karya seni berupa patung dan ruangan. Seperti karya seni berupa patung bernama Sri Hamil.

Karya seni milik Bambang Bambang Aw ini berupa patung sosok wanita berkulit hitam dan sedang hamil ditunjukkan perutnya yang besar.

Patung ini di bagian kepalanya ditutupi dengan padi yang dilengkapi wadah yang terbuat dari tanah liat hingga botol-botol bekas.

Pada bagian perut, juga tergambarkan bayi. Bahkan beberapa pengunjung mengaku jika pernah ditampakkan sesosok wanita yang mirip dengan patung ini.

"Sekilas saya semalam pas ke sini sama anak-anak seperti melihat sosok wanita hamil. Yang mirip dengan patung ini. Kulit hitam, dan rambut coklat. Patung ini memiliki aura yang sangat mistis," ungkap Arsy, pengunjung pameran, Selasa (18/9/2018).

Namun, dari aura mistis itu, menurutnya itulah yang membuat pameran ini lebih hidup.

Pameran yang berlangsung sejak 15 September hingga 12 Oktober 2018 ini melibatkan 101 perupa dari Jawa dan Madura. Kota Batu dipilih sebagai tempat penyelenggaraan PBSR 2018 karena memiliki sumber daya yang sangat baik. Seperti gedung utama pameran Graha Pancasila. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan adanya Galeri Raos, Omah Budaya Slamet (OBS), studio seni milik para seniman yang tersebar di Kota Batu, yang membuat Kota Batu dipilih menjadi wadah seniman.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved