Berita Pasuruan

Plaza Gempol Sepi, Begini Tanggapan Disperindag Kabupaten Pasuruan

sikap pedagang enggan menempati lapaknya untuk berjualan dan tetap memilih suasana pasar seperti masa lalu.

Plaza Gempol Sepi, Begini Tanggapan Disperindag Kabupaten Pasuruan
surya/galih lintartika
Plaza Gempol yang sepi pengunjung, Selasa (18/9/2018). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Sejumlah pasar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur sejak 2015 lalu dibenahi oleh pemerintah daerah setempat. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, pembenahan pasar sebagai wujud program revitalisasi pasar dan menelan anggaran puluhan miliar itu, malah membuat pedagang enggan menempatinya.

Terkait masalah itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Edy Suwanto, menyampaikan bahwa pekerjaan yang paling berat adalah membangun mental pedagang. Agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian yang modern.

“Tantangannya berat, revitalisasi pasar harus berjalan bersamaan dengan pembinaan mental serta cara pikir pedagang. Sesuai tujuannya, revitalisasi pasar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Persoalannya memang banyak pedagang yang mentalnya masih mau berjualan di pasar bukan di plaza, terutama pedagang sebagai pelakunya,” kata Edy Suwanto, Selasa (18/9/2018).

Menurut Edy, revitalisasi pasar dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk membangun ekonomi masyarakat yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Agar pasar tidak ditinggalkan oleh masyarakat pembelinya, pasar-pasar tradisional harus merubah tampilan dan menyesuaikan dengan zaman modern.

Baca: Dua Tahun Difungsikan, Plaza Gempol Sepi Pengunjung, Begini Curhat Para Pedagangnya

Itu teorinya, tapi kenyatannya, sikap pedagang enggan menempati lapaknya untuk berjualan dan tetap memilih suasana pasar seperti masa lalu.

Mereka memilih berjualan di tempat yang bukan peruntukkannya, seperti berjualan di depan pintu gerbang, bagi Edy itu justru menjadi tantangan.

“Pasar kumuh, becek, barang berserakan dan pembeli yang berdesakan, harus berubah. Pasar menjadi bersih, rapi, tertib dan pembeli nyaman. Peran pedagang sangat besar, memperbaiki pelayanannya kepada pembeli, tertib dan menjaga kebersihan tempatnya berjualan. Itu yang sekarang kami lakukan,” terang Edy.

Lebih lanjut Edy menyebutkan, Pasar Gempol, di mana di bagian depan berupa bangunan plaza dan belakang tetap pasar rakyat yang modern.

Sedangkan bangunan Plaza akan difungsikan sebagai sentral atau grosir dan perkulakan untuk garmen, konveksi, bordir dan pakaian, serta ditunjang dukungan perbankan, perusahaan ekspedisi, kuliner dan lainnya.

“Ini yang pelan kami perbaiki. Kami akan sosialisasikan ke pedagang untuk menempati plaza ini. Keberadaan plaza bisa  menunjang pertumbuhan ekonomi di Gempol dan sekitarnya,” imbuh Edy.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help