Single Focus

Tren Pop Up Market Diminati Pengusaha dan Masyarakat: Lebih Untung lewat Bazar Mal

Bagi pengusaha-pengusaha yang baru memulai usaha, konsep pop-up ini memberi banyak keuntungan.

Tren Pop Up Market Diminati Pengusaha dan Masyarakat: Lebih Untung lewat Bazar Mal
surya.co.id/ahmad zaimul haq
NUANSA HUTAN - Pengunjung saat berada disalah satu booth atau stand pameran “Little Jungle Bazaar” di Galaxy Exhibition Center Galaxy Mall, Jumat (14/9). Bazaar yang menghadirkan nuansa hutan itu menyediakan berbagai macam kuliner dan produk seperti busana, aksesoris serta mainan anak. Panitia menggunakan tema menarik, dekorasi kekinian, dan workshop untuk menarik pengunjung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satu lagi alternatif berjualan atau mengenalkan produknya di mal-mal, yaitu Pop Up Market. Bahkan, kini masyarakat sangat menggandrungi gelaran acara ini, sebagai alternatif untuk pemasaran, penjualan dan membangun rencana pemasaran secara offline.

Tren jualan berpindah-pindah dengan cara pop-up ini memberi kesempatan bagi pemilik usaha untuk menguji reaksi pasar terhadap produk mereka, sekaligus menekan biaya produksi karena biaya sewa yang lebih terjangkau.

Bagi pengusaha-pengusaha yang baru memulai usaha, konsep pop-up ini memberi banyak keuntungan.

Hal ini diungkapkan, Yeny Loesiana, owner 'Onde-onde 73' yang mulai giat memasarkan produk onde-onde mini buatannya di Pop Up Market. Menurutnya, alternatif jualan seperti ini memberikan keuntungan lebih banyak dibandingkan dengan jualan offline atau bazar.

"Saya mulai usaha ini dari tahun lalu, karena sering dapat pesanan akhirnya saya jual. Jualnya masih offline, ready kalau ada event begini," urainya, pekan lalu.

Yeny mengaku, kerap berjualan melalui bazar-bazar di mal. Sebab dirinya ingin mengenalkan onde-onde agar bisa naik kelas tidak hanya sebagai jajanan pasar.

"Pernah ikut bazar yang lama gitu malah sepi pengunjungnya. Paling cocok bazar Pop Up yang cuma tiga harian begini. Pasti ramai," tuturnya.

Ia membuat onde-onde mini agar bisa menjadi camilan sambil berjalan-jalan menikmati bazar.

Terkait omzet, ia mengungkapkan, jika mengikuti Pop Up Market bisa menjual 1.500 onde-onde tiap hari. Harga jual kisaran Rp 25.000 hingga Rp 35.000 untuk 10 biji, tergantung isi onde-onde.

"Penjualannya jauh lebih tinggi dari pada offline yang tidak pasti karena menunggu pesanan," imbuh Yeny.

Dibantu ibu, suami dan anaknya, ia produksi onde-onde langsung di bazar. Sehingga, bisa menghasilkan produk yang segar.

Pengenalan Masyarakat
Sementara itu, Indah Minarwati, ibu dari owner 'Rumah Hamster' Surabaya mengatakan, tertarik mengikuti event bazar sebagai pengenalan hamster dan Gueniapic pada masyarakat.

Meski memiliki beberapa toko offline, ia mengaku, kerap mengikuti bazar. "Gini laku juga, hiburan buat anak-anak kasih makan hewan, kalau di toko nggak ada," ungkap Indah.

Selain menjual hamster dan gueniapic, sejenis marmut dengan bulu panjang, stan 'Rumah Hamster' ini juga menjual berbagai aksesoris hamster dan makanannya. Serta makanan bagi Gueniapic, berupa selada yang diikat pada tali menyerupai umpan. 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved