Berita Surabaya

Potret Natasha Oen, Perjuangan Meraih Impian

Dalam proses mencari jati diri itu, Natasha Oen mulai dengan melakukan apa yang bisa dia lakukan.

Potret Natasha Oen, Perjuangan Meraih Impian
surya/ahmad zaimul haq
Natasha Oentoro 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mempunyai mimpi adalah hal penting dalam hidup. Natasha Oentoro atau yang dikenal dengan sapaan Natasha Oen adalah salah satu yang mencoba mewujudkan mimpi-mimpinya, sekalipun tak mudah.

Model kelahiran Surabaya, 13 Oktober 1983 ini mengatakan sejak dua tahun lalu, dia benar-benar mulai memikirkan mimpi masa kecilnya kembali, menjadi seorang bisnis woman.

Sudah 10 tahun menjadi model, perempuan cantik ini mengaku mulai memikirkan kembali mimpi masa kecilnya itu sejak tiga tahun belakangan.

“Dua tahun lalu, aku benar-benar cari jati diriku sebenarnya apa. Jadi model itu nggak bisa abadi, ada batasan waktunya. Sementara usai terus bertambah dan muncul model-model baru, dan regenerasi model ini cepat sekali. Kita tidak bisa terus menerus di biang ini, harus upgrade yang lain lagi,” katanya memulai cerita, saat bertemu Surya.co.id di Rollas Cafe Manyar.

Dalam proses mencari jati diri itu, istri Renald P Soetanto ini pun mulai dengan melakukan apa yang bisa dia lakukan.

Mulai membuat sekolah model yang hanya bertahan hampir satu tahun, hingga membuat clothing line dengan ide dan desain yang dia ciptakan bersama seorang teman.

“Buat sekolah model itu luar biasa tantangannya. Sebagai seorang model, beberapa teman di bidang yang sama jadi merasa ada saingan. Dari situ aku merasa kurang banyak support juga dan akhirnya aku berhenti,” kisahnya mulai menemui kendala saat proses mencari jati diri.

Namun Natasha tidak berhenti sampai di situ. Dia pun menjajaki dunia fashion desain khusus baju resort atau traveling bersama seorang teman yang juga model.

Perjuangan kembali menemui rintangan, cloathing line dengan nama brand Tibra yang mereka berdua kerjakan harus mandek karena teman Natasha harus pindah ke Jakarta.

“Akhirnya berhenti. Tapi kemudian adik perempuanku yang tinggal lama di Swiss kasih kabar mau stay di Indonesia. Sebelumnya aku juga sempat cerita ke dia soal Tibra ini, dia menyambut baik ‘ya ayo’ katanya. Tapi masalahnya dia tidak terlalu suka dengan konsep Tibra dan akhirnya tercipta konsep baru yaitu Tibra Sister yang sekarang ini,” kata perempuan penggemar Muay Thai dan Diving ini.

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved