Lapor Cak

Dindik Jatim Terapkan Survei Layanan lewat Buku Tamu Digital

Salah satu inovasi Dindik Jatim yang kini mulai diterapkan ialah buku tamu digital.

Dindik Jatim Terapkan Survei Layanan lewat Buku Tamu Digital
surya/sulvi sofiana
Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman dan Sekretaris Ramliyanto mencoba fungsi buku tamu digital di kantor pusat Dindik Jatim Jalan Gentengkali 33 Surabaya, Minggu (16/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim terus berbenah dalam memacu performa. Tidak hanya dalam mengatur kebijakan, melainkan juga memberikan layanan dari meja ke meja. Apalagi sejak kewenangan mengelola SMA/SMK dipegang provinsi. Tingkat pelayanan dan kunjungan terus meningkat.

Salah satu inovasi Dindik Jatim yang kini mulai diterapkan ialah buku tamu digital. Buku tamu ini tidak hanya sekadar berfungsi untuk mencatat identitas tamu yang datang.

Lebih dari itu, buku tamu juga digunakan untuk memberi kesempatan pengunjung menilai kualitas layanan yang didapatkan.

Hal ini disambut baik wali murid, Agus Prayitno yang pernah mengunjungi kantor Dindik Jatim. Menurutnya jika dilakukan secara manual, ia cukup takut ketika merasa diawasi petugas jaga.

"Kalau secara digital kan petugasnya cuma kasih petunjuk pakai dan kita ngisinya bisa nggak dilihat. Ya semoga naruhnya nggak terlalu dekat penjaga. Jadi bebas nulis kalau memnag ada keluhan,"urainya.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman meyakini, inovasi ini akan membuat performa layanan di Dindik Jatim akan semakin meningkat. Sebab, pihaknya dapat sewaktu-waktu memberikan evaluasi terhadap desk pelayanan yang kurang maksimal.

"Dari survei pengunjung ini akan langsung terlihat penilaian indeks kepuasannya. Jika ada kekurangan, aakan terlihat apa kekurangannya dan itu bisa langsung kami evaluasi dalam apel setiap hari," tutur Saiful.

Pihaknya mengaku, sejauh ini sejak pengelolaan SMA/SMK ditangani Dindik Jatim, jumlah kunjungan semakin meningkat.

Ada ratusan tamu yang berkunjung untuk mengurus berbagai macam administrasi. Mulai dari kepangkatan guru, mutasi, administrasi bantuan, permintaan data dan informasi, bantuan hukum hingga pembinaan aparatur (Binap).

"Setiap layanan itu ada desknya masing-masing. Jadi kita membutuhkan penilaian pengunjung agar layanan dapat terus ditingkatkan," tutur Saiful.

Sekretaris Dindik Jatim, Ramliyanto menambahkan, dalam buku tamu digital ini tamu harus mengisi identitas secara jelas.

Bahkan, wajah serta fisik KTP akan terekam dalam kamera yang tersedia dihadapan monitor.

"Tidak perlu mencatat lagi seperti buku tamu konvensional. Keberadaan tamu yang masih di dalam juga akan terdata sampai dia keluar," jelasnya.

Pada daftar tamu yang direkam, ada keterangan in yang menunjukkan tamu masih di dalam lingkungan dinas. "Kalau sampai lewat satu hari ada tamu yang belum menekan tombol out, berarti ada tamu yang menginap," candanya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved