Berita Jember

141 Kali Donor Darah, Pemulung di Jember Dapat Pin dan Cincin Emas Dari Presiden

Seorang pemulung di Jember mendapatkan pin dan cincin emas dari Presiden RI karena telah 141 kali mendonorkan darah lewat PMI.

141 Kali Donor Darah, Pemulung di Jember Dapat Pin dan Cincin Emas Dari Presiden
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember, Faida menyerahkan penghargaan untuk Saleh Mansyur, pemulung di Jember yang sudah 141 kali melakukan donor darah melalui PMI. 

SURYA.co.id | JEMBER - Saleh Mansyur (85), seorang pemulung asal desa Kamaran, Kecamatan Semboro, Jember, termasuk dari lima orang yang mendapatkan santunan dan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jember. Lelaki sepuh itu mendapatkan apresiasi karena telah lebih dari 100 kali mendonorkan darahnya.

PMI Jember mencatat, Mansyur telah 141 kali menjadi pendonor. Dia berhenti mendonorkan darahnya di tahun 2010 karena faktor usia.

Mansyur juga menerima pin dan cincin emas dari Presiden RI untuk jiwa kemanusiaannya telah 100 kali mendonorkan darah.

"Dulu saya jadi pendonor saat kerja di PG (Pabrik Gula) Semboro, sebagai kuli angkut. Sekarang sudah pensiun, dan nyari rongsokan," tutur pendonor veteran itu.

Dia pertama kali jadi pendonor tahun 1970-an. Ketika itu, ada seseorang membutuhkan darah dan dia diminta seorang dokter untuk mendonor.

"Ya manut saja. Tetapi setelah itu ketagihan sendiri. Biasanya dua bulan dua kali donor. Dari lebih dari 100 kali mendonor, yang 22 kali untuk menolong orang," kata Mansyur.

Baca: Dikabarkan Sempet Bertemu Prabowo di Surabaya, Kemana Berlabuhnya Dukungan Gus Ipul?

Baca: Dua Mahasiswa Unair Meninggal Dunia di Pantai, Unair Sebut Kegiatan di Luar Sepengetahuan Kampus

Menolong orang yang dia maksud adalah dia mendonorkan darahnya dalam situasi darurat. Selain itu, dia berdonor secara rutin di PMI.

"Alhamdulillah, tidak pernah sakit macam-macam," kata Mansyur.

Sementara itu, pendonor lain yang mendapatkan penghargaan adalah Syamsul Wardi, seorang guru di SDN Andongrejo 3 Jember. Meskipun mengajar di sekolah terpencil (kawasan perkebunan di daerah perbatasan), tidak menyurutkan kerelaan Wardi dalam berdonor.

"Awalnya dulu tahun 1985-an saat masih di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) ada yang membutuhkan darah, kebetulan darah saya cocok. Akhirnya berdonor. Semenjak itu jadi ketagihan dan rutin berdonor," imbuhnya. Wardi tercatat telah 118 kali berdonor.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help