Berita Mojokerto

Takut Sanksi Hukum, Herman Serahkan 17 Ikan Aligator Asal Sungai Amazon Balai Karantina Ikan

Herman, warga Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Magersari sudah 20 bulan memelihara 17 ikan aligator.

Takut Sanksi Hukum, Herman Serahkan 17 Ikan Aligator Asal Sungai Amazon Balai Karantina Ikan
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Warga menemukan ikan Arapaima di Sungai Brantas. Seperti halnya ikan Aligator, ikan Arapaima juga dilarang masuk ke Indonesia. 

SURYA.co.id l MOJOKERTO - Herman, warga Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Magersari sudah 20 bulan memelihara 17 ikan aligator.

Anakan ikan jenis predator itu dibeli di pasar Kota Mojokerto. Saat itu memang, anakan ikan predator dijual bebas di sana.

Namun, menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 41 tahun 2014 ikan aligator termasuk ikan yang dilarang masuk di Indonesia.

Maka dari itu, Herman sukarela menyerahkan 17 ikan aligator yang dipelihara ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto.

Pasalnya, Herman takut terkena sanksi pidana lantaran memelihara ikan aligator.

Sebelumnya, Herman telah menyerahkan dua ikan aligator ke petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto.

Saat ini hanya tinggal 15 ikan aligator di kolam berukuran 6 meter x 4 meter miliknya.

Ikan yang berhabitat asli Sungai Amazon ini rata-rata memiliki ukuran panjang 1 meter.

"Ikan predator yang saya pelihara banyak yang mati karena kekurangan pakan daging dan ikan segar. Awalnya saya memelihara 26 ekor ikan aligator," kata Herman Sabtu, (15/9).

Sebelumnya, Herman mengaku tak mengetahui ikan tersebut dilarang masuk ke Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help