Berita Jombang

Khofifah Ingin Banyak Perawat Laki-laki untuk Penuhi Kebutuhan Pasar Global

"Maka penting bagaimana mengubah perspektif orang tua, mahasiswa untuk mau menjadi perawat sebagaimana dibutuhkan pangsa pasar global"

Khofifah Ingin Banyak Perawat Laki-laki untuk Penuhi Kebutuhan Pasar Global
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara ground breaking gedung kelas internasional di Unipdu Jombang, Sabtu (15/9/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebutuhan perawat laki-laki di dunia global ternyata cukup besar.  Namun sayangnya, di Jawa Timur utamanya,  lebih banyak perempuan yang menekuni studi di bidang keperawatan. 

Berdasarkan data, saat ini kondisinya perawat laki-laki hanya 27 persen dibandingkan jumlah total keseluruhan. Dari jumlah itu 71 persennya diterima dan terserap di pasar global kesehatan. 

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara ground breaking di Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang, Sabtu (15/9/2018).

"Maka penting bagaimana mengubah perspektif orang tua,  mahasiswa untuk mau menjadi perawat sebagaimana dibutuhkan pangsa pasar global," kata Khofifah. 

Namun saat ini kondisinya,  meski ada peluang lapangan kerja di dunia global untuk para perawat, ada yang masih menjadi kendala dan tantangan.  Yaitu masalah bahasa dan juga sertifikasi.

Padahal jika dilihat dari kompetensi, perawat Indonesia banyak diakui keahliannya.  Sehingga menurut Khofifah butuh didorong agar para perawat memiliki sertifikasi yang jelas. 

"Proses ground breaking ini adalah hasil diskusi saat proses diskusi dalam pilgub kemarin. Kami berharap gedung internasional ini nantinya prioritasnya untuk perawat," kata Khofifah. 

Sebab sebagaimana yang ia sampaikan, bahwa pangsa pasar perawat internasional itu besar.  Khususnya yang akan digarap dari lulusan kelas internasional di Unipdu ini adalah pemenuhan perawat di wilayah Asia Timur, Asia Tengah dan Australia. 

Saat ini yang terkonfirmasi menurut Khofifah mereka berharap akan bisa dapat suplai perawat dari Indonesia.  Sebab mereka menyukai perawat Indonesia yang terkenal ulet dan tidak suka mengeluh dan skillnya juga bagus. 

"Maka kendala bahasa dan sertifikasi harus dipenuhi.  Dosen dari India juga akan didatangkan di sini untuk bisa menbiasakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari," tegas Khofifah. 

Tidak hanya itu kelas internasional di Unipdu juga ditujukan untuk menyiapkan peserta didik untuk bisa disiapkan menjadi tenaga IT untuk kelas menengah di dua wilayah di Jepang, yaitu Tokyo dan Osaka. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help