Berita Sidoarjo

Polisi Tes DNA Bayi Penghuni Panti Asuhan Balita di Sidoarjo, Antisipasi Ortu yang Mengaku Bayinya

Petugas gabungan dari rumah sakit Bhayangkara dan Labfor Polri Cabang Surabaya melakukan tes DNA (tes genetika) terhadap bayi-bayi di PSAB.

Polisi Tes DNA Bayi Penghuni Panti Asuhan Balita di Sidoarjo, Antisipasi Ortu yang Mengaku Bayinya
surya.co.id/m taufik
Petugas mengambil sampel darah anak-anak penghuni PSAB Dinsos Jatim di Sidoarjo untuk tes DNA, Jumat (14/9/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Petugas gabungan dari rumah sakit Bhayangkara dan Labfor Polri Cabang Surabaya melakukan tes DNA (tes genetika) terhadap bayi-bayi penghuni UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Dinas Sosial Jatim di Sidoarjo, Jumat (14/9/2018).

Terhitung ada 45 anak telantar yang selama ini tinggal di PSAB yang dites DNA-nya. Satu persatu, mereka diambil sampel darahnya oleh petugas rumah sakit Bhayangkara.

Kemudian, sampel darah dari anak-anak itu diserahkan ke tim Labfor untuk didata DNA-nya.

"Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui DNA para balita guna mengantisipasi atau meminalisir kesalahan atau kekeliruan penyerahan balita kepada seseorang atau wali yang berhak," ujar Dwi Antini Sunarsih, Kepala UPT PSAB Dinsos Jatim.

Tes yang dilakukan tersebut tujuannya memang untuk mendata anak-anak yang tidak diketahui siapa orangtuanya. Agar suatu saat ketika ada pihak yang mengaku sebagai orangtuanya, bisa mudah untuk memastikan.

Dalam perbincangan antara pihak PSAB dengan Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Sidoarjo di sela kegiatan tersebut, diketahui beberapa waktu lalu sempat terjadi persoalan saat ada anak di PSAB yang hendak diadopsi tiba-tiba muncul seseorang mengaku orangtuanya.

Untuk memastikan itu, sampai harus dilakukan sidang di pengadilan dan sebagainya guna membuktikannya. Dan akhirnya diketahui memang anaknya, sehingga proses adopsi pun batal.

Turut hadir dalam kegiatan ini ada Kasetum  Polda Jatim AKBP Rosa TS, Ka Sie dokkes Polresta Sidoarjo IPDA Ruwandi, dan Kanit PPA Polresta Sidoarjo AKP Laila.

Sementara tim pemeriksa terdiri dari Labfor Cabang Surabaya yang dipimpin oleh AKBP Arif Andi dan tim dari Rumkit Bhayangkara Polda Jatim yang dipimpin AKP Rini.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help