Berita Surabaya

Kuota Taksi Online di Jatim Tetap Dibatasi, Sesuai Pergub Maksimal 4.445 Unit, 3.000 di Surabaya

Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Jatim Fattah Yasin akan mengundang Driver online untuk menyikapi pembatalan Permenhub 108/2017.

Kuota Taksi Online di Jatim Tetap Dibatasi, Sesuai Pergub Maksimal 4.445 Unit, 3.000 di Surabaya
surya/fatkhul alamy
Foto ilustrasi: Ratusan driver taksi dan ojek online di Surabaya turun ke jalan, Senin (2/4/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Jatim Fattah Yasin akan mengundang Driver online untuk menyikapi pembatalan Permenhub 108/2017. Meski demikian, seusai Pergub bahwa kuota taksi online di Jatim tetap dibatasi. 

 "Kami akan undang khusus para Driver online di Jatim. Bahwa mereka perlu diatur juga agar tidak bergesekan dengan taksi konvensional. Kami juga akan undang organda Jatim khusus menyikapi pembatalan Permenhub itu," kata Fattah, Jumat (14/9/2018).

Dalam Permenhub 108 itu, semua taksi online harus memenuhi persyaratan sebelum beroperasi melayani penumpang. Selain harus berada di bawah badan hukum, bukan perorangan, mobil harus berstiker khusus. Lolos Uji kir dan punya pool (garasi).

Pemprov Jatim sendiri sudah ada Pergub yang membatasi kuota taksi online yang beroperasi di wilayah Jatim. Sesuai Pergub, hanya akan ada 4.445 unit mobil taksi online yang boleh beroperasi di Jatim. 

Dari jumlah ini, sebanyak 3.000 ada di Surabaya dan sekitarnya. Sisanya untuk Malang dan seluruh daerah di Jatim.

Namun, pembatasan ini sulit karena saking liar dan banyaknya taksi online di Jatim. Diperkirakan total ada 20.000 taksi online saat ini yang beroperasi di Jatim.

 Pembatasan kuota itu tak termasuk yang dibatalkan MA karena kuota ditentukan Gubernur. Yang dicemaskan Pascapembatalan regulasi taksi online tersebut adalah makin liarnya angkutan sewa berbasis aplikasi ini. 

Selain itu juga akan makin rentannya gesekan dengan angkutan konvensional. Sementara posisi taksi online lemah secara hukum. 

 Kepala Organda Surabaya Sonhaji menyebutkan bahwa taksi online saat ini bisa dibilang ilegal setelah tak ada lagi Permenhub.

"Kami meminta anggota Organda Surabaya menahan diri agar tidak bertindak di luar kendali," kata Sonhaji. 

Kadiasub Fattah sendiri mendapat informasi bahwa Menhub dalam seminggu ini akan mengeluarkan Permenhub baru. Aturan baru tentang taksi online yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Permenhub 108 dibatalkan MA karena pasal utama di dalamnya merugikan driver taksi online. Tiga driver online Surabaya yakni Daniel Lukas Rorong, Herry Wahyu dan Rahmatullah menggugat ke Mahkama Agung (MA). Hasilnya gugatan mereka dikabulkan dan menang.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help