Berita Kampus Ubaya

Inovasi Mahasiswa Ubaya: Kenali Citarasa Kopi dari Permainan Kartu, begini Cara Bermainnya 

Karena tak semua orang tertarik mencicipi kopi secara langsung, maka tak jarang ada antipati pada minuman ini.

Inovasi Mahasiswa Ubaya: Kenali Citarasa Kopi dari Permainan Kartu, begini Cara Bermainnya 
surya/habibur rohman
Sejumlah mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) memainkan game Roast guna mengetahui citarasa kopi di Indonesia, Jumat (14/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Edukasi dan pengenalan citarasa kopi tak harus dengan mencicipinya. Inovasi berbeda ditunjukkan mahasiswa multimedia jurusan Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya) ini, dengan membuat media pengetahuan citarasa kopi di Indonesia, lewat permainan kartu atau board game bernama Roast.

Mahasiswa program kekhususan multimedia bernama Kevin Christianto ini bertutur, inovasi ini sebenarnya dibuat, agar ada sugesti positif tentang pengetahuan kopi di Indonesia.

“Selama ini, pengetahuan orang tentang kopi dari taste kopi memang kurang. Pernah saya menawarkan teman dengan coba kopi dari Jabar, tapi responsnya negatif karena rasanya asam. Padahal, kopi punya citarasa berbeda-beda,” jelasnya di Ubaya, Jumat (14/9/2018).

Karena tak semua orang tertarik mencicipi kopi secara langsung, maka tak jarang ada antipati pada minuman ini.

Untuk itu, dia mencari ide kreatif agar orang tertarik pada kopi dan punya wawasan positif terkait hal ini. Kesempatan ini terbuka, dimana dia memunculkan board game yang dinamainya Roast untuk tugas akhirnya.

“Nama ini dipilih, karena ini adalah proses penting saat pembuatan kopi, yakni menyangrai untuk mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan biji. Proses ini menentukan aroma yang dihasilkan kopi itu,” papar mahasiswa angkatan 2014 itu.

Pada permainan kartu ini, tersedia papan flavour demand, flavour bar, kartu biji kopi hijau, kartu aksi dan kartu wilayah. Total ada 120 kartu yang dimainkan.

Untuk kartu wilayah, ada enam daerah penghasil kopi di Indonesia, yakni Jawa, Sulawesi, Bali, Flores, Sumatera, dan Papua. Pada kartu wilayah, juga dicantumkan varian kopi dan citarasanya.

“Permainan ini mirip monopoli, dimana seolah-olah bermain sebagai peracik kopi dan penikmat kopi. Satu putaran butuh waktu 30-45 menit dan melibatkan 2-5 orang,” urainya.

Sedangkan seorang pemain, Ananda Chika mengaku awalnya kesulitan bermain Roast ini. Namun setelah dicoba, mahasiswi Psikologi Ubaya ini cukup enjoy dan keasyikan bermain.

“Saya mendapat pengetahuan tentang citarasa kopi di berbagai daerah. Citarasa kopi ternyata berbeda-beda dan ini pengalaman baru,” katanya.

 Kepala Program Studi Multimedia Ubaya, Melissa Angga mengaku memberi apresiasi positif pada inovasi Kevin .

“Dia adalah mahasiswa yang mengaitkan hobinya pada kopi dengan tugas akhir. Ini yang membuat munculnya inovasi baru dan pembahasannya detail,” pungkasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help