Berita Gresik

Upah 300 Ribu, Guru Honorer Gresik Tuntut Insentif yang 8 Bulan 'Ngadat' Cepat Cair. Ini Kata Dewan

Para guru honorer mengharapkan dana insentif segera cair karena upah Rp 300 ribu-500 ribu yang diterima dirasa sangat tidak cukup

Upah 300 Ribu, Guru Honorer Gresik Tuntut Insentif yang 8 Bulan 'Ngadat' Cepat Cair. Ini Kata Dewan
TRIBUN STYLE
Foto kolase guru honorer dan slip gaji guru. 

SURYA.co.id | GRESIK - Forum Komunikasi PTK Non K2 Kabupaten Gresik unjuk rasa ke gedung DPRD Gresik untuk menagih janji pencairan insentif yang belum cair sejak Januari 2018. Ratusan guru datang ke kantor DPRD Gresik untuk menyampaikan aspirasi kepada DPRD Gresik untuk segera mencairkan dana insentif sebesar Rp 500.000 yang sebelumnya hanya Rp 250.000 per bulan.

Para guru unjuk rasa dengan membentangkan spanduk dan poster yang berisi aspirasi para guru terkait insentif yang belum cair tersebut. Para guru secara bergantian menggelar orasi untuk menyampaikan aspirasi dan orasi, yang intinya meminta DPRD Gresik mendorong Bupati Gresik segera membuat Perbub untuk mencairkan dana insentif.

Ratusan guru honorer Non K2 Kabupaten Gresik unjuk rasa ke DPRD Gresik untuk mendesak Bupati Gresik segera membuatkan Perbub pencairan dana insentif, Kamis (13/9/2018).
Ratusan guru honorer Non K2 Kabupaten Gresik unjuk rasa ke DPRD Gresik untuk mendesak Bupati Gresik segera membuatkan Perbub pencairan dana insentif, Kamis (13/9/2018). (surya/sugiyono)

"Anggaran insentif sudah dianggarkan DPRD Gresik, yang seharusnya sudah bisa dicairkan sejak Januari 2018. Tapi sampai saat ini selama 9 bulan juga belum cair," kata Lutfi Syarifuddin (33), guru honorer Non K2 SD Negeri selama 11 tahun, Kamis (13/9/2018).

Para guru honorer mengharapkan dana insentif segera cair karena upah setiap bulan yang diterima dirasa sangat tidak cukup. Sebab, dari kegiatan belajar mengajar setiap hari selama satu bulan hanya diberi upah Rp 300.000 sampai Rp 500.000.

"Bagaimana cukup untuk membeli susu dan popok anak yang ditinggalkan sejak pagi sampai siang hari," imbuhnya.

Lutfi menambahkan sejak beberapa bulan kemarin, Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik juga dinilai kurang serius dalam mendata para guru honorer saat ada pemutihan Nomor Induk Guru (NIG).

Sebab, banyak NIG guru yang tidak terdaftar di Dindik Gresik dengan alasan pemutihan NIG.

Namun, Dindik Gresik mengaku kekurangan tenaga untuk mendata NIG para guru honorer.

"Kami sudah menawarkan kepada Dindik Gresik jika kekurangan tenaga untuk mendata NIG para guru Honorer Non K2. Kami siap untuk membantu dan mendata guru honorer Non K2 tapi alasannya masih sanggup," imbuhnya.

Ratusan guru honorer Non K2 Kabupaten Gresik unjuk rasa ke DPRD Gresik untuk mendesak Bupati Gresik segera membuatkan Perbub pencairan dana insentif, Kamis (13/9/2018).
Ratusan guru honorer Non K2 Kabupaten Gresik unjuk rasa ke DPRD Gresik untuk mendesak Bupati Gresik segera membuatkan Perbub pencairan dana insentif, Kamis (13/9/2018). (surya/sugiyono)

Dari unjuk rasa tersebut, perwakilan massa dimediasi oleh Ketua Komisi IV DPRD Gresik dan menjanjikan siap cairkan dana intensif tersebut.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Moh Syafi AM, mengatakan bahwa saat ini anggaran akan segera digedok dalam Perubahan APBD 2018.

"Anggaran itu tidak hangus. Sebelum akhir tahun akan dicairkan secara komulatif sebanyak Rp 6 Juta," kata Syafi AM, usai acara pelantikan antar waktu.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved