Berita Tulungagung

Grebeg Suro Buceng Robyong, Tradisi Warga Lereng Wilis Tulungagung Sejak Era Kerajaan

Tumpeng ini dibuat dari berbagai hasil pertanian, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan serta segala hasil bumi

Grebeg Suro Buceng Robyong, Tradisi Warga Lereng Wilis Tulungagung Sejak Era Kerajaan
surya/david yohannes
Barisan tumpeng yang diarak menuju Candi Penampihan, di Gunung Wilis. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Barisan tumpeng digotong warga Desa Geger, Kecamatan Sendang menuju ke area Candi Penampihan di Gunung Wilis, Kamis (13/9/2018).

Warga beriringan menapaki jalan mendaki di tengah area perkebunan.

Sementara dari kejauhan, musik dari seperangkat gamelan mengalun mengiringi.

Di antara deretan tumpeng ini ada yang disebut buceng robyong.

Tumpeng ini dibuat dari berbagai hasil pertanian, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan serta segala hasil bumi yang ada di dalam tanah, seperti jenis umbi-umbian.

Tumpeng-tumpeng ini adalah bagian dari peringatan grebeg suro buceng robyong, untuk memperingati tahun baru Jawa.

"Kegiatan ini sudah kami adakan sejak nenek moyang kami dulu," ujar Suyanto, Ketua Panitia Grebeg Suro Argo Wilis.

Barisan tumpeng yang diarak menuju Candi Penampihan, di Gunung Wilis.
Barisan tumpeng yang diarak menuju Candi Penampihan, di Gunung Wilis. (surya/david yohannes)

Grebeg Suro merupakan bentuk ucapan syukur warga di Gunung Wilis, karena gunung ini telah memberi kehidupan kepada mereka.

Terutama hasil bumi berupa sayuran, kopi, teh serta hasil susu.

"Wilis adalah penghasil susu terbesar di Tulungagung," ucap Suyanto bangga.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved