Berita Madiun

Diduga Korupsi Pengadaan Komputer, Mantan Kadindik dan Kepala BPKAD Kota Madiun Diperiksa Polisi

Pada pemeriksaan kali ini, Gandhi dicecar sebanyak 102 pertanyaan oleh penyidik terkait dugaa korupsi

Diduga Korupsi Pengadaan Komputer, Mantan Kadindik dan Kepala BPKAD Kota Madiun Diperiksa Polisi
surya/rahadian bagus
Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun Kota meminta keterangan mantan Kadindik Kota Madiun, Gandhi Hatmoko terkait dugaan korupsi pengadaan komouter di Dindio Kota Madiun pada 2016-2017 

SURYA.co.id | MADIUN - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Gandhi Hatmoko, kembali dipanggil tim penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Madiun Kota, Kamis (13/9/2018). Gandhi diperiksa dari siang, hingga sore hari sekitar pukul 15.40 WIB.

Gandhi sebelumnya juga pernah dipanggil oleh tim penyidik tipikor, beberapa minggu lalu, terkait dugaan korupsi pengadaan komputer untuk SD pada 2017 di Dindik Kota Madiun. Kali ini, Gandhi dimintai keterangan terkait dengan pengadaan komputer untuk SMP pada 2016, ketika ia masih menjabat sebagai Kepala Dindik Kota Madiun.

"Baru sekali ini, yang ini 2016. Yang dahulu pernah dipanggil soal (pengadaan) tahun 2017. Tapi kan waktu itu saya sudah pensiun," kata Gandhi yang mengenakan kemeja batik warna biru, saat ditemui usai pemeriksaan di Mapolres Madiun Kota.

Pada pemeriksaan kali ini, ia dicecar sebanyak 102 pertanyaan oleh penyidik. Namun, ia enggan menjelaskan apa saya yang ditanya penyidik kepadanya.

"Saya ditanya 102 pertanyaan, mulai dari perencanaan hingga pencairan (pengadaan komputer tahun 2016). Tapi kalau saya ditanya satu-satu lupa," kata Gandhi.

Dia mengakui, pada saat itu dirinya menjabat sebagai Kadindik Kota Madiun. Ia juga mengaku mengetahui bagaimana munculnya rencana pengadaan komputer yang akan digunakan seluruh siswa SMP negeri di Kota Madiun.

"Dengan sendirinya, karena saya masih menjadi kepala Dindik. Kaitan dengan usulan munculnya di rencana kerja dan sebagainya saya tahu," katanya tanpa menjelaskan yang dimaksud.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui terkait teknis pengadaan dan penganggaran komputer mini PC bernilai miliara rupiah yang kini bermasalah itu.

"Karena pengadaannya di sekolah saya tidak mengetahui. Kan anggarannya semua di sekolah," jelas Gandhi sambil berjalan menuju tempat parkir.

Dia juga mengaku tidak mengetahui, jika komputer yang dibeli menggunakan APBD Kota Madiun itu diduga tidak sesuai spesifikasi yang telah direncanakan.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved