Berita Entertainment

Yama Carlos Curhat Soal Pengalamannya Syuting 'Siap Gan!', Dongkol Sama yang Jaga Lumpur Lapindo

Selain di Surabaya, setting lokasi untuk film 'Siap Gan!' juga dilakukan di Lumpur Lapindo, Sidoarjo.

Yama Carlos Curhat Soal Pengalamannya Syuting 'Siap Gan!', Dongkol Sama yang Jaga Lumpur Lapindo
Surya.co.id/Akira Tandika
Sempat Molor, 'Siap Gan!' Akhirnya Tayang di Seluruh Bioskop Tanah Air Besok Kamis 12 September 

SURYA.co.id - Selain di Surabaya, setting lokasi untuk film 'Siap Gan!' juga dilakukan di Lumpur Lapindo, Sidoarjo.

Dalam kunjungannya ke kantor Harian Surya, Rabu (12/9/2018) pagi, ketika ditanya mengenai kesan selama melakukan syuting film 'Siap Gan!' para pemain mengaku jika kawasan Lumpur Lapindo, Sidoarjo adalah salah satu tempat yang berkesan.

Bagaimana tidak, mereka harus rela bangun sekira pukul 02:30 untuk melakukan syuting di tempat tersebut.

"Iya, kami (pemain) dan kru mau ngejar momen sunrise di sana," ucap Yama.

Ia menambahkan jika perjuangan untuk mencapai tempat itu memang cukup berat.

Selain harus bangun sangat pagi, mereka juga rela sepatu yang digunakan terkena becekan lumpur.

"Sampai di sana, kami masih harus jalan lebih ke tengah lagi, dan itu cukup jauh. Apalagi dengan kondisi lumpur yang agak rawan," imbuh Yama.

Sesampainya di sana, Qausar, pemeran tokoh Prabu dalam film 'Siap Gan!' sempat merasa sedih, mengingat lokasi yang sekarang digunakan, dulunya adalah pemukiman penduduk.

"Ya sempet sedih juga, kan itu rumah dulunya, sekarang bisa dibanjiri lumpur setinggi itu," ujar Qausar.

Tak hanya momen itu saja, Yama menjelaskan kepada Harian Surya jika dirinya sempat merasa emosional saat ada petugas penjaga Lumpur Lapindo mendatangi mereka.

Ia bercerita, ketika pemain dan kru datang ke lokasi tersebut ada seorang petugas yang menjaga Lumpur Lapindo memberi mereka sedikit pengarahan.

"Mereka ngasih pemahaman kalau sekarang tempat ini (Lumpur Lapindo) namanya jadi Lumpur Sidoarjo,"

"Mereka juga bilang kalau adanya lumpur itu karena bencana alam," jelas Yama.

Mengaku mengetahui kejadian itu dengan jelas, Yama merasa jengkel dengan penjelasan sang penjaga.

"Lah dikira kita anak TK bisa di-brain wash?" tegas Yama.

Selain itu, Yama jug amengungkapkan sikap petugas penjaga Lumpur Lapindo yang menurutnya sangat tidak sopan dalam memberi pengarahan.

"Ya orang kalau mau ngasih tahu kan harusnya sopan, nah dia enggak. Ngasih tahu sambil pakai kacamata hitam terus ngerokok,"

"Udah dongkol banget saya," ucap Yama yang sedikit emosional.

Namun, meskipun perjuangan pemain dan kru cukup berat untuk melakukan syuting di tempat tersebut, nyatanya adegan di Lumpur Lapindo harus di take out dari film.

Awalnya, adegan di Lumpur Lapindo itu digunakan untuk pamungkas film tersebut, di mana pada cerita, tokoh Pak Sukiran meninggal dan dikubur di lokasi itu.

"Tapi karena dari pihak produksi enggak mau ada adegan sedih, jadi adegan di Lumpur Lapindo di take out," jelas Yama.

Sebagai gantinya, pada akhir film 'Siap Gan!' tokoh Pakde Sukiran dinyatakan sembuh dari penyakit dan ikut mnegibarkan bendera merah putih bersama pasukan paskibra di Hotel Majapahit.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved