Berita Kediri

Sidak Taman Brantas, Tim Wilayah Sungai Brantas Temukan Bangunan Permanen

Bangunan permanen Taman Brantas yang berada di bantaran Sungai Brantas tersebut berupa Arena BMX dan skate board.

Sidak Taman Brantas, Tim Wilayah Sungai Brantas Temukan Bangunan Permanen
surya/didik mashudi
Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas melakukan sidak di Taman Brantas Kota Kediri, Rabu (12/9/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Menindaklanjuti pengaduan masyarakat, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas melakukan sidak di lokasi Taman Brantas Kota Kediri, Rabu (12/9/2018). Sidak juga dihadiri Komisi Pengendalian Daya Rusak Air, didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Sunjata serta petugas Satpol PP.

Sidak Taman Brantas ini sekaligus mengecek apakah pembangunan Taman Brantas telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Komisi Pengendalian Daya Rusak Air, DR Susianto, menyebutkan dari hasil pengecekan sidak Taman Brantas memang telah memiliki izin dari Kementerian PUPR. Namun, izin tersebut masih harus dikaji ulang apakah telah sesuai dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi.

"Hasil temuan kami di lapangan menemukan adanya pelanggaran pembangunan Taman Brantas. Pelanggaran yang sudah nampak jelas adanya bangunan permanen di bantaran Sungai Brantas," jelasnya.

Bangunan permanen yang berada di bantaran Sungai Brantas tersebut berupa Arena BMX dan skate board.

Bangunan ini berupa tembok setinggi 5 meter yang berjarak hanya dua meter dari aliran Sungai Brantas.

Padahal kata Susianto, ada dua hal yang tidak boleh ada bangunan permanen di sungai. Pertama palung sungai dan kedua bantaran sungai.

"Kami masih akan mengkajinya lagi dari sisi hukum, sosial dan tata ruang serta ketaatan apakah pembangunan itu sesuai izin yang diberikan," ungkapnya.

Susianto menambahkan, pihak Kementerian PUPR dipastikan mengetahui terkait dengan larangan bangunan permanen di bantaran sungai.

"Kami masih perlu mendalami lagi apakah bangunan yang kami temukan sesuai dengan izin yang diberikan," tambahnya.

Susianto mengemukakan, terkait dengan bangunan semi permanen di bantaran sungai masih dapat ditolerir. Namun untuk bangunan permanen tidak dapat dibenarkan.

"Kalau ternyata konstruksi yang direkomendasi bangunan semi permanen, namun yang dibangun permanen harus direkomendasikan untuk dibongkar," tandasnya.
Untuk mengkaji masalah ini Komisi Pengendalian Daya Rusak Air bakal memberi kesempatan kepada Kantor Dinas PUPR Kota Kediri menyampaikan hasil presentasinya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help