Rumah Politik Jatim

Pakde Karwo Senang 'Rumah Politik Jatim’ Hadir di Tengah Masyarakat, Ini Fakta yang Terjadi

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo berharap ‘Rumah Politik Jatim’ yang diinisiasi oleh Tribun Jatim Network membantu memberantas berita politik hoax.

Pakde Karwo Senang 'Rumah Politik Jatim’ Hadir di Tengah Masyarakat, Ini Fakta yang Terjadi
SURYA.co.id/Sugiharto
Pakde Karwo menghadiri launching Rumah Politik Jatim yang digagas TribunJatim Network di Hotel Santika, Surabaya, Rabu (12/9/2019). 

SURYA.co.id, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo berharap ‘Rumah Politik Jatim’ yang diinisiasi oleh Tribun Jatim Network membantu memberantas berita politik hoax. 

Hal itu kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini, seperti slogan Tribun Jatim Network,  yakni menjadi referensi berita politik di Jawa Timur. 

”Saya kira, Tribun Jatim Network memiliki posisi yang benar dalam menyelesaikan masalah akhir-akhir-akhir ini, yakni ikut mengklarifikasi (berita politik) hoax,” kata Pakde Karwo di sela launching ‘Rumah Politik Jatim’ di Hotel Santika Jemursari, Surabaya, Rabu (12/9/2018).

“Saat ini ada banyak sekali hoax  yang muncul saban harinya,” tambah Gubernur Jatim dua periode ini.  

Baca: Pakde Karwo Sambut Positif ‘Rumah Politik Jatim’ yang Digagas TribunJatim Network

Baca: PAN Jatim : ‘Rumah Politik Jatim’ Bisa Jadi Rujukan Bedakan Berita Politik Riil Atau Hoax

Menurutnya, sebagai media mainstream, Tribun Jatim Network (SURYA.co.id, SURYAMALANG.com, dan TribunJatim.com) memiliki tugas besar untuk ikut menanggulangi hoax.

Hal itu, kata Pakde Karwo, sebuah tanggung jawab sosial dalam menayangkan berita sesuai fakta kepada pembaca. 

”Hal ini juga merupakan contoh dari kebangkitan media mainstream untuk melakukan kritikal terhadap media sosial yang rawan menebar hoax,” kata Pakde Karwo. 

Selain itu, media mainstream saat ini juga memiliki tanggung jawab besar untu ikut memunculkan ruh ideologi di politik. 

Baca: Ketua Perindo Jatim, Mirdasy : ‘Rumah Politik Jatim’ Bisa Jadi Alternatif Baru

Menurut Pakde Karwo, akhir-akhir ini, working ideology tak berjalan seirama. 

Misalnya, di satu sisi bicara soal kembali ke Pancasila, namun di sisi lain masih ada yang bicara soal keadilan sosial yang tak pernah selesai. 

Di satu sisi ada yang bicara soal berdampingan secara baik, namun masih ada yang membahas soal adat yang terlalu keras. 

”Inilah yang kami maksud working ideology yang tidak ketemu.Hal ini yang membuat kami mendorong media untuk mendekatkan agar antara working ideology dan filosofinya tidak terlalu jauh,” bebernya.

"Saya menyambut baik peluncuran ini. Sebab, politik mengambil peran di banyak bidang. Bisa ekonomi, budaya, keamanan, ketertiban," kata Pakde Karwo.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help