Berita Lamongan

Harga Pakan Ternak Pabrikan Naik Imbas Pelemahan Rupiah, Peternak Ayam di Lamongan Kelimpungan

Harga pakan ayam pabrikan di Lamongan ikut naik mengikuti nilai tukar dolar.

Harga Pakan Ternak Pabrikan Naik Imbas Pelemahan Rupiah, Peternak Ayam di Lamongan Kelimpungan
surya/hanif manshuri
Seorang peternak ayam petelur Lamongan, Muhammad Fakhrudin Ainun Rohmatilah, saat ditemui, Rabu (12/9/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Gonjang-ganjing nilai rupiah terhadap dolar mulai berdampak pada peternak ayam petelur di Lamongan. Ini karena naiknya harga pakan ternak pabrikan yang masih impor membuat biaya produksi membengkak.

Salah satu peternak ayam petelur, Muhammad Fakhrudin Ainun Rohmatilah, mengatakan harga pakan ayam di Lamongan ikut naik mengikuti nilai tukar dolar.

Ia bersama peternak ayam petelur lainnya harus mengeluarkan biaya ekstra agar tetap bisa berproduksi dan menghasilkan. Sejak dollar mempengaruhi nilai rupiah, harga pakan ayam juga terus menanjak naik.

"Rata-rata naik Rp 10 ribu per sak," kata Fakhrudin yang dibenarkan Khusnul Yaqin peternak asal Mantup, Rabu (12/9/2018).

Naiknya harga pakan ini, kata Khusnul, menyebabkan naiknya biaya produksi untuk ternak ayam, baik itu ayam petelur ataupun ayam pedaging.

Harga pakan ayam petelur dari yang awalnya Rp 4.600 per kilo kini sudah mencapai Rp 5.200 per kilo.

Untuk harga pakan ayam broiler yang awalnya hanya Rp 6.000 per kilogram sekarang Rp 6.500 per kilo.

Pembina Peternak Ayam Petelur di wilayah Lamongan, Tuban dan Bojonegoro dalam Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto,  menambahkan yang paling menyesakan adalah harga telur hanya menembus Rp 18 ribu perkilogram dari semula Rp 22 ribu perkilogram.

"Sudah berlaku empat hari ini," katanya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help