Berita Roy Suryo

Garasi Penuh Perabotan Kemenpora Sempat Bikin Roy Suryo Kesulitan Masuk Rumah

Roy Suryo sempat kesulitan memasuki rumahnya karena penuh dengan barang-barang Kemenpora.

Garasi Penuh Perabotan Kemenpora Sempat Bikin Roy Suryo Kesulitan Masuk Rumah
Tribunnews/FX ISMANTO
Roy Suryo diduga membawa 3.226 unit barang milik negara. 

Barang-barang itu memenuhi garasi dan dalam rumah hingga Roy Suryo kesulitan masuk ke rumahnya.

SURYA.co.id | JAKARTA – Roy Suryo sempat kesulitan memasuki rumahnya karena penuh dengan barang-barang Kemenpora.

Hal itu terjadi ketika rumah mantan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) itu di Yogyakarta, kedatangan banyak barang Kemenpora setelah tak lagi menjabat Menpora pada akhir 2014.

Barang-barang itu memenuhi garasi dan dalam rumah hingga Roy Suryo kesulitan masuk ke rumahnya.

Pengacara Roy Suryo, Vebe N A Pollatu mengungkapkan itu ketika di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (12/9/2019).

Baca: Polemik 3.226 BMN Belum Dikembalikan Roy Suryo, Menpora Imam Nahrawi Angkat Bicara

Vebe bersama mantan sekretaris jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) datang di Gedung Kemenpora untuk mediasi masalah penagihan 3.226 unit barang Kemenpora yang sebutkan dibawa oleh Roy Suryo.

Mereka diterima oleh Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto.

Veve menceritakan, sebagaiamana pengakuan Roy Suryo, barang-barang tersebut datang ke rumah Roy Suryo di Yogyakarta pada sekitar sebulan setelah tidak lagi menjabat menpora.

Baca: Anggota BPK dan Teman Roy Suryo Ungkap Alasan Kemenpora Tagih 3.226 Barang Milik Negara

Namun, tidak lama kemudian Roy Suryo mengirimkan kembali barang-barang tersebut ke gudang Kemenpora karena merasa bukan miliknya.

"Itu lapangan parkirnya penuh, nggak bisa masuk. Terus dikasih tahu itu barangnya Kemenpora, dia bilang, 'balikin, ini bukan barang saya'.

Karena dia merasa barang itu bukan barang dia, dibalikin tanpa dibuka kotak-kotaknya. Dia pun nggak lihat barangnya apa. Tidak ada daftar," kata Vebe.

Hifni Hasan yang menjadi Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) era Menpora Suryo membenarkan pernyataan Veve.

Baca: Kronologi Kasus 3.226 Barang Milik Negara yang Ditagih ke Roy Suryo, Ini 4 Fakta-faktanya

Menurutnya, karena tidak ada daftar dan tanda terima barang-barang tersebut, akhirnya Roy Suryo mengembalikan barang-barang itu ke gedung Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) di Cibubur, Jakarta Timur. 

"Kan (ketika barangnya) datang nggak ada daftarnya. Ya dibalikin lah," kata Hifni.

Hifni menceritakan, dirinya saat menjabat sebagai Sekjen KOI berada dalam satu pesawat dengan Roy Suryo dan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berangkat untuk menghadiri Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, pada September 2014.

Usai pesta olahraga Asian Games 2014 tersebut, Roy Suryo 'curhat' kepada Hifni soal banyaknya barang-barang yang datang ke rumahnya.

Hifni mengaku kerap mendampingi Roy Suryo saat melaksanakan tugasnya semasa menjadi Menpora.

Hifni tidak menyangka Roy Suryo akan tersangkut sengketa barang milik negara seperti sekarang ini.

"Saya nggak nyangka akan seperti ini, di luar dugaan," ujarnya. 

Belum Ada Titik Temu

Dalam mediasi kurang dari satu jam itu, Sekretaris Menpora Gatot S Dewa Broto mengaku telah menjelaskan kronologi kejadian hingga pengembalian barang-barang yang sudah dilakukan oleh Roy Suryo.

Menurutnya, Kemenpora telah empat kali menyurati Roy Suryo berisi permintaan pengembalian sejumlah barang milik negara, dalam hal ini Kemenpora.

Pertama, surat dari Inspektur Jenderal Kemenpora sebagai perwakilan Menpora dikirimkan pada akhir 2014 atau beberapa bulan setelah Roy Suryo tidak lagi menjabat sebagai Menpora.

Kedua, yakni surat serupa dikirimkan pada 2015. Namun, surat tersebut tidak sampai kepada Roy Suryo.

Setahun berikutnya, Kemenpora kembali melayangkan surat serupa. Surat tersebut ditandatangani oleh Menpora, Imam Nahrawi.

Surat tersebut mendapatkan respons dengan adanya pengemnbalian sejumlah barang. Namun, saat itu jumlah barang yang diminta dikembalikan tidak seusai dengan yang dimintakan oleh Kemenpora. Saat itu, barang-barang yang dikembalikan hanya senilai Rp 500 juta.

"Ternyata pengembalian barang itu tadi juga dilaporkan oleh anak buah saya itu bertahap sampe tiga kali pengembalian tapi total itu nilainya sekitar 500 juta. Sekarang barangnya ada di Bogor," kata Gatot.

Terakhir, Kemenpora mengirimkan surat pada Mei 2018. Surat itu dikirim atas dasar adanya temuan dari audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan pengembalian barang itu belum selesai.

Setidaknya ada 3.226 item barang atau senilai sekitar Rp 9 miliar yang belum dikembalikan oleh Roy Suryo.

"Nah, kenapa sekarang muncul lagi, itu karena perintah dari BPK. Tadi saya sebutkan kepada beliau, dokumen saya tunjukkan tadi. Jadi, pada saat itu BPK mengatakan, sebelum menjadi LHP (laporan Hasil Pemeriksaan)”.

“LHP itu laporan hasil pemeriksaan seperti lazimnya tidak hanya kepada Kemenpora dan lembaga lain, itu mereka sudah warning kepada kami. Ini akan tetap memunculkan masalah ini karena dianggap Kemenpora belum bisa menyelesaikan," paparnya.

Tim kuasa hukum Roy menyesalkan pihak Kemenpora yang tidak langsung menunjukkan daftar barang apa saja yang belum dikembalikan oleh kliennya.

Selain itu, pihak Roy Suryo juga menyampaikan sejumlah pertanyaan yang belum bisa dijawab secara langsung.

Gatot S Broto hanya merespons agar kuasa hukum Roy Suryo mengirimkan surat dan jawaban dari semua pertanyaan akan disampaikan melalui surat balasan.

Akan ada pertemuan lanjutan antara Kemenpora dan pihak Roy Suryo agar permasalahan cepat terselesaikan.

Bahkan, Gatot menganalogikan pertemuan kali ini sebagai sepak mula dalam sebuah pertandingan.

Meski begitu, kedua pihak sepakat akan mengadakan pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan permasalahan penagihan barang-barang milik negara ini.

“Sudah pasti akan ada pertemuan lagi, karena ini baru entry point, ini kalau main bola baru kick off loh. Masih 2x45 menit, bola ditendang kemana kan kita tidak tahu,” tukas Gatot.

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved