Berita Surabaya

Buka UCLG Congress, Wali Kota Risma Sebut Berhasil Turunkan Suhu Panas Surabaya 2 Derajat

"Kami berhasil menurunkan suhu 2 derajat dari sebelumnya sekitar 34-36 derajat," kata Risma.

Buka UCLG Congress, Wali Kota Risma Sebut Berhasil Turunkan Suhu Panas Surabaya 2 Derajat
surya/ahmad zaimul haq
Dimulai dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama para akademisi dan juga kepala daerah peserta UCLG Aspac Congress membuka Training Event bertema Perubahan Iklim dalam gelaran 7th UCLG Aspac Congress di Dyandra Convention Center, Rabu (12/9/2018) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya menjadi tuan rumah 7th UCLG Aspac Congress yang mulai digelar pagi ini di Dyandra Convention Center, Rabu (12/9/2018). Acara itu dibuka oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama para akademisi dan juga kepala daerah peserta UCLG Aspac Congress. 

Risma menyampaikan bahwa ia mewakili warga Kota Pahlawan mengaku bahagia sekali Kota Surabaya dijadikan tuan rumah kongres ini. Surabaya, lanjutnya, melakukan banyak upaya untuk berkomitmen dalam menjaga lingkungan dalam fenomena perubahan iklim dunia.

Risma mengungkapkan di awal ia menjabat pada 2010 silam, kondisi Surabaya sangat panas, kotor, dan saat itu warga Surabaya belum punya pengalaman pengolahan sampah.

"Wilayah Surabaya ini ada di sekitar garis khatulistiwa iklimnya panas. Tapi kami berhasil menurunkan suhu 2 derajat dari sebelumnya sekitar 34-36 derajat," kata Risma. 

Selain itu, Kota Surabya ini terletak 5 meter di atas permukaan air laut. Pada 2010, 50 persen wilayah Surabaya itu banjir.

Namun, Risma menyebut saat ini tinggal 2 persen saja wilayah Surabaya yang masih banjir.

Risma menuturkan sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, 50 persen wilayah Surabaya adalah perkampungan. Menurutnya ini potensial untuk digerakkan dalam rangka menjaga lingkungan.

"Tiap hari saya turun ke masyarakat untuk mengedukasi mereka supaya bisa mandiri mengelola sampah. Jadi tidak sekedar membuat kampung bersih. Tapi juga bisa mengelola sampah," ujarnya. 

Manager IUC Asia, Pablo Gandana, menuturkan gelaran kongres ini ada banyak target yang ingin diwujudkan bersama negara-negara dunia. 

"Target kami di 2030 konsumsi energi di Asia bisa turun hingga 27 persen. Saat ini sudah ada 28 negara yang berkomitmen bersama kami menjalankan program menghadapi perubahan iklim dunia," imbuh Gandana.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help