Berita Sidoarjo

Tahu - Tempe di Sidoarjo Terdampak Kenaikan Dolar, Kedelai semestinya Turun malah Naik

Kedelai sebelumnya di kisaran Rp 7.000 - Rp 7.200 perkilogram, belakangan ini naik di kisaran Rp 7.400 - Rp 7.600 perkilogram.

Tahu - Tempe di Sidoarjo Terdampak Kenaikan Dolar, Kedelai semestinya Turun malah Naik
surya/m taufik
Salah satu perajin tempe di Sepande Sidoarjo yang memilih mengurangi ukuran tempenya gara-gara harga kedelai naik. 

"Biasanya kalau manikkan harga itu bersama-sama dengan perajin lain. Serempak, bersama-sama agar tidak berpengaruh negatif terhadap konsumen," sebut dia.

Kendati peningkatan harga kedelai sejauh ini masih bisa disiasati dengan menurunkan volume, mereka tetap berharap nilai tukar rupiah kembali normal dan stabil, agar usaha yang mereka lakoni tidak kalang kabut.

Selama ini, mayoritas perajin tahu tempe di Sepande membeli kedelai sebagai bahan baku dari Koperasi Tempe-Tahu (Kopti) Karya Mulya di desa setempat.

Saban hari, koperasi tersebut biasa menyalurkan kedelai sekitar 9 sampai 10 ton kedelai. Mayoritas pembelinya juga para perajin yang menjadi anggota. Jumlahnya ada 278 perajin.

"Kedelainya mayoritas, atau bahkan semua, berasal dari impor. Kami mendatangkan kedelai dari distributor, dan sempat mendatangkan sendiri langsung dari luar negeri," ungkap Sukari, Ketua Kopti Karya Mulya.

Karena itulah, nilai tukar rupiah terhadap dolar sangat berpengaruh terhadap harga kedelai. Yang tentunya, berpengaruh juga terhadap kelangsungan usaha para perajin tahu tempe di sana.

Seharusnya, diceritakan Sukari, sekarang ini harga kedelai waktunya turun. Sebagai dampak dari pembatalan impor kedelai China dari Amerika sejak sekitar empat bulan lalu.

"China adalah pengimpor kedelai terbesar dunia. Dengan pembatalan pesanan kedelai China dari Amerika, tentu volume kedelai melimpah dan berimbas pada turunnya harga," urai pria yang juga perajin tahu tempe di Sepande tersebut.

Namun, seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga kedelai di pasaran tetap saja naik. Hanya saja, kenaikan harga tidak terlalu signifikan karena secara global harga kedelai sedang turun.

Jika harga kedelai tidak turun dan nilai tukar rupiah melemah, harga kedelai di pasaran Indonesia diperkirakan sekarang ini bisa di atas Rp 8.000 perkilogramnya.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved