Berita Gresik

Seniman Gresik Berkreativitas  lewat Kaos, Kata-kata Mutiara Dicuplik dari Bupati Pertama

Kreativitas tersebut diwaujudkan dalam bentuk kata-kata mutiara tentang sejarah, kesenian, bahkan kritikan terhadap pemerintah Gresik.

Seniman Gresik Berkreativitas  lewat Kaos, Kata-kata Mutiara Dicuplik dari Bupati Pertama
surya/sugiyono
SEJARAH - Tim produksi memperlihatkan kaos Esson IngGresik, produksi terbarunya tentang sejarah Bupati Pertama Gresik Almarhum Kanjeng Poesponegoro, Selasa (11/9/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Para pemerhati seni dan budaya Gresik menuangkan kreativitas di media kaos. Kreativitas tersebut diwaujudkan dalam bentuk kata-kata mutiara tentang sejarah, kesenian, bahkan kritikan terhadap pemerintah Gresik. 

Produksi kaos itu bernama Esson IngGresik (Saya di Gresik).

Salah satu kaos yang dibuat yaitu mengutip kata-kata mutiara almarhum Tumenggung Poesponegro, Bupati Pertama di Gresik.

Di antaranya 'Puniko wewangun hing kanjeng Tumenggung Poesponegoro hing negeri Tandes, hisakala sami adirasa tunggal masaluhu tanggala titi.'

"Arti dari pesan tersebut yaitu Ini adalah bangunan persembahan Kanjeng Tumenggung Poesponegoro di Negeri Tandes. Tuhan Allah Yang Maha Tinggi," kata Arif Riduwan alias Anja, warga Kelurahan Tlogopojok Kecamatan Gresik dengan didampingi tim produksi kaos Esson IngGresik Farit Hasan dan Milyono alias Rojer Miel, Selasa (11/9/2018).

Dari pesan yang disampaikan almarhum Kanjeng Poesponegoro itu, Anja bersama teman-temannya ingin mengembangkan kaos yang dapat menginspirasi masyarakat agar mengetahui sejarah dan sikap kritis terhadap pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat.

Harapannya tulisan di kaos tersebut dapat menginspirasi masyarakat yang mengenakan dan yang membacanya. Sehingga, pemimpin di Gresik dapat mencontoh kepemimpinan almarhum Kanjeng Poesponegoro.

"Para pembesar Gresik pada khususnya dan tokoh nusantara pada umumnya. Supaya dapat berkaca pada kepemimpinan beliau almarhum Tumenggung Poesponegoro dengan pesan beliau yaitu sifat rasa adya mayang tunggalnya," imbuhnya.

Dari produksi kaos yang bertuliskan masa pemerintahan almarhum Kanjeng Poesponegoro sejak 1669 sampai 1732 Masehi ini diharapkan masyarakat bisa tahu dan mengenal sejarah pemimpin di Gresik. Yaitu Bupati Kanjeng Poesponegoro itu adalah bupati pertama di Gresik.

"Sehingga anak-anak muda dan masyarakat umum yang memakai dan melihat kaos itu bisa mengetahui sejarah Gresik," katanya.

Sementara Farit Hasan yang bagian menjual kaos tersebut terus mengenalkan kaos-kaos yang telah diproduksinya. Baik melalui media sosial dan dari warung ke warung kopi.

"Produksi kaos kita ini yang membedakan yaitu nilai-nilai perjuangan untuk mengenalkan kesenian, budaya, sejarah dan kritik ke penguasa. Tidak sekedar kata-kata belaka, sehingga masyarakat bisa cerdas," kata Farit yang kesehariannya ternak ikan lele di Desa Bungah Kecamatan Bungah.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved