Sosok

Potret Rinda Handayani, Jalan Terjal Ukir Sejarah Diri

“Para dosen meyakinkan saya bahwa asal saya mau bersungguh-sungguh belajar, maka prestasi bakal diraih," kata Rinda

Potret Rinda Handayani, Jalan Terjal Ukir Sejarah Diri
istimewa
Rinda Handayani 

SURYA.co.id | JEMBER - Ungkapan berbahasa Arab 'man jadda wa jada' yang berarti barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, mungkin cocok dengan jalan hidup Rinda Handayani. Wisudawan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada wisuda periode I tahun akademik 2018/2019 Universitas Jember (Unej), Sabtu (8/9/2018).

Awalnya, Rinda sempat ragu untuk meneruskan kuliah di Program Studi (prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unej. Sebab, prodi itu merupakan pilihan ketiga Rinda saat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 lalu.

Namun berkat dorongan dari para dosen, akhirnya Rinda mantap untuk menekuni Ilmu Sejarah. Bahkan Rinda membuktikan menyelesaikan studi di Kampus Tegalboto dalam waktu 3 tahun, 10 bulan dan 10 hari. Rinda lulus dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,94.

“Para dosen meyakinkan saya bahwa asal saya mau bersungguh-sungguh belajar, maka prestasi bakal diraih di manapun berada. Akhirnya dari yang semula ragu, saya jadi punya semangat untuk menjadi yang terbaik,” ujar Rinda, Selasa (11/9/2018)

Tekad tersebut diaplikasikan Rinda dengan tekun belajar, termasuk mulai gemar membaca mengingat banyak bahan kuliah di Program Ilmu Sejarah yang berupa data, naskah, dan buku.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana Rinda harus pintar-pintar mengatur beasiswa Bidikmisi yang diterimanya setiap bulan.

“Beasiswanya harus dicukup-cukupi, untuk makan juga harus berhemat," imbuhnya.

Dia memilih hanya makan dua kali sehari. Berhemat juga salah satu caranya membantu orangtua, supaya tidak berat untuk mengirimi uang biaya kuliah.

Orangtua Rinda merupakan buruh tani di Desa Kasreman Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Tekad yang kuat dan hidup prihatin membuatnya mampu melewati semua rintangan yang ada.

Untuk skripsinya, Rinda mengambil judul “Peranan Pers Harian Angkatan Bersenjata Pada Masa Orde Baru tahun 1965-1998”.

Skripsi itu mengupas peranan Harian Angkatan Bersenjata sebagai salah satu media massa yang dimiliki oleh pemerintah Orde Baru saat itu.

Untuk mencari data yang diperlukan, Rinda mencari data ke Perpustakaan Nasional dan lembaga-lembaga lainnya di Jakarta.

Selanjutnya, Rinda masih ingin meneruskan kuliah S-2 karena alumnus SMAN 1 Ngawi ini bercita-cita menjadi dosen.

“Saya ingin meneruskan kuliah hingga jenjang doktoral sebab saya ingin menjadi dosen. Pesan bagi kawan-kawan yang kebetulan berasal dari keluarga kurang mampu, jangan berhenti bermimpi, sebab yakinlah akan ada jalan keluar di setiap kesulitan. Dan yang penting selalu berdoa dan berusaha,” pungkas Rinda Handayani.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved