Berita Surabaya

Malam Satu Suro, Yuk Intip Budaya 'Ngumbah Gaman' Warga Surabaya, ini Tata Caranya

Momen Tahun Baru Muharram bagi sebagian orang jawa dikenal dengan istilah malam satu Suro.

Malam Satu Suro, Yuk Intip Budaya 'Ngumbah Gaman' Warga Surabaya, ini Tata Caranya
surya/samsul arifin
Beberapa keris dan benda pusaka lainnya koleksi Budi Mulyono warga Medokan Surabaya. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Momen Tahun Baru Muharram bagi sebagian orang jawa dikenal dengan istilah malam satu Suro.

Malam tersebut juga dikenal sebagai malam sakral bagi pecinta pusaka. Sebab, di malam satu Suro pusaka itu dimandikan atau dibersihkan.

Prosesi itu biasa disebut 'Ngumbah Gaman'. Seperti dilakukan Budi Mulyono pecinta pusaka warga Medokan Ayu, Surabaya.

Pria berusia 40 tahun ini mengoleksi lebih dari lima keris dan tombak dari leluhurnya.

Adapun jenisnya tombak era Kerajaan Singosari, Keris Sabuk Inten pamor Sekar Manggar di era Majapahit, serta keris pamor es era Mataram. Ada pula  keris Kyai Sengkelat era Majapahit, keris Mardikan pamor bulu ayam, hingga keris kecil Semar Mesem.

"Saya juga punya Keris Betok, itu katanya dibuat tindih. Kalau punya lebih dari lima keris pusaka, harus punya keris betok," kata Budi, Selasa dini hari (12/9 2018).

Dia selalu rutin membersihkan pusakanya ini, dengan dibantu oleh ahlinya Slamet.

Slamet menjelaskan, proses penyucian atau penjamasan keris sebetulnya tak sulit-sulit amat. Tergantung kebiasaan dan perawatan si mpunya.

"Ada banyak koleksi Pak Budi. Ini tadi ngumbah gaman mulai jam sebelas malam (Senin malam) sampai setengah tiga (Selasa dini hari)," kata Slamet.

Pertama yang dilakukan saat penjamasan ialah pemutihan. Tahap ini adalah menghilangkan karat-karat atau minyak bekas perawatan sebelumnya yang masih menempel di batang besi pusaka.

Adapun bahannya cukup mudah, Cukup jeruk pecel, sabun dan warangan cair. Mantra-mantra khusus tentu saja dirapalkan. "Ada mantra khusus," imbuhnya.

Pada tahapan ini, jeruk pecel dan sabun digunakan. "Setelah pemutihan, baru penyucian dengan bahan warangan," tandas Slamet.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved