Berita Jember

Mahasiswa Jember : Angka Buta Aksara Masih Tinggi, Harus Segera Dituntaskan

Persoalan buta aksara menjadi salah satu persoalan krusial dalam dunia pendidikan Jember.

Mahasiswa Jember : Angka Buta Aksara Masih Tinggi, Harus Segera Dituntaskan
huffingtonpost
Ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jember menuntut transparansi alokasi anggaran untuk pengentasan buta aksara di Jember.

Tuntutan ini satu dari empat tuntutan yang disuarakan GMNI Jember dalam aksinya di gedung DPRD Jember dan Pemkab Jember, Senin (10/9/2018).

Melalui aksi itu, GMNI menuntut Pemkab Jember untuk berkomitmen menuntaskan permasalahan buta aksara dengan mengoptimalkan program yang telah direncanakan.

Selain itu perlu adanya transparansi alokasi anggaran untuk pengentasan buta aksara.

Mahasiswa juga meminta Pemkab membenahi sarana dan prasarana insfrastruktur penunjang pendidikan dan meminta Pemkab menuntaskan persoalan GTT/PTT secara proporsional.

Menurut Sekretaris Cabang GMNI Zulfikar Putra, persoalan buta aksara menjadi salah satu persoalan krusial dalam dunia pendidikan Jember.

'Karena angka buta aksara di Jember itu tinggi di Jatim sekitar 164 ribu jiwa. Sementara di sisi lain, Jember ini juga dikenal memiliki perguruan tinggi dan sekolah banyak," tegas Zulfikar.

Buta aksara itu terjadi pada penduduk usia produktif.

Karenanya, GMNI menuntut Pemkab Jember harus menuntaskan angka buta aksara ini secara cepat.

Mahasiswa ditemui oleh Ketua Komisi D DPRD Jember Hafidi saat berdemonstrasi di gedung dewan itu.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved