Berita Surabaya

Mahasiswa ITS Rancang 'Pulau Energi Terbarukan' Untuk Solusi Defisit Listrik

Mahasiswa ITS Surabaya merancang sebuah 'Pulau Energi Terbarukan' untuk mengatasi persoalan defisit listrik di Indonesia. Begini idenya

Mahasiswa ITS Rancang 'Pulau Energi Terbarukan' Untuk Solusi Defisit Listrik
ist
(kiri) Tiga mahasiswa ITS yang merancang konsep Pulau Energi terbarukan. (kanan) Model rancangan Pulau Energi Terbarukan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Listrik merupakan salah satu kebutuhan krusial bagi setiap orang. Ketika pasokan listrik mengalami defisit, maka kegiatan sehari-hari akan cukup terganggu.

Seperti halnya yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Sumatera. Di satu sisi juga terjadi pertumbuhan penduduk yang cepat, sehingga permintaan akan kebutuhan listrik pun meningkat.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang sebuah pulau dengan energi terbarukan.

Mereka adalah Teuku Rizki Firdausi (20), Mazaya Yumna (20), dan Amira Layyina (20) yang menjadikan Pulau Sumatera sebagai lokasi studi kasus.

"Pasokan listrik di Pulau Sumatera selama ini mengalami defisit sebesar sembilan persen. Kondisi ini tidak seharusnya terjadi, karena Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau yang berpotensi mendukung pembangunan Indonesia,"ungkap mahasiswi yang biasa disapa Yumna ini.

Menurut Yumna ada ketimpangan rasio elektrifikasi, sehingga sering mengalami pemadaman secara bergilirian.

Dari situ, tim yang berada di bawah bimbingan Istas Pratomo ini merencanakan sebuah ide bernama Islands of Renewable Energy (ISO) untuk Pulau Sumatera. Rancangan ini rencananya menggunakan tiga sumber energi alternatif yaitu angin, surya dan ombak.

“Sebenarnya ISO merupakan penggabungan gagasan antara pulau apung, pembangkit listrik tenaga alam dengan sistem Smart Grid dan Internet of Thing (IoT),” jelas mahasiswi angkatan 2017 tersebut.

Nantinya, menurut Yumna, akan dibangun sebuah pulau di Selat Malaka sebagai pendukung dari ISO. Hal ini dikarenakan Selat Malaka mempunyai potensi energi terbarukan yang besar.

Sementara untuk distribusi listriknya sudah tidak lagi secara sentralisasi, melainkan dengan Smart Grid dan IoT.

Halaman
12
Tags
ITS
PIMNAS
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help