Berita Surabaya

Disebut Keturunan Sunan Muria, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Tersenyum

"Kakek saya keturunan kesembilan (Sunan Muria)," ungkap Irjen Pol Luki Hermawan.

Disebut Keturunan Sunan Muria, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Tersenyum
surya/muhammad romadoni
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (empat dari kiri) didampingi Wakapolda Brigjen Pol M Iqbal dan Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan foto bersama jajaran Pengurus dan ulama pada silaturahmi di┬áKantor PWNU Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan diketahui mempunyai garis keturunan dari Wali Songo, yakni Sunan Muria.

Hal ini terungkap dalam silaturahmi Kapolda Jatim dan para kiai serta ulama di kantor Nahdlatul Ulama (NU), Jalan Masjid Al-Akbar Surabaya, Selasa (11/9/2018).

Sunan Muria yang bernama Raden Umar Said merupakan Wali Songo penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Sekretaris NU Jatim, Akhmad Muzakki selaku pembicara dalam silaturahmi itu sempat berbincang membahas tentang sosok Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

"Kami memperoleh informasi Kapolda Jatim (Irjen Pol Luki Hermawan) keturunan Sunan Muria," celetuknya.

Sedang Ketua NU Jatim KH Marzuki Mustamar yang duduk di samping Kapolda terlihat mengangguk tanda membenarkan informasi tersebut. Luki pun terlihat tersenyum.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dalam perbincangan santai di kantor NU  menuturkan bahwa kakeknya mempunyai garis keturunan kesembilan dari Sunan Muria. 

"Kakek saya keturunan kesembilan," ungkapnya.

Namun, sayangnya ketika awak media menanyakan hal itu mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan (Wakabaintelkam) Polri ini tidak bersedia menjelaskan terkait silsilah keturunan Sunan Muria.

Luki mengungkapkan dirinya asli kelahiran Jawa Tengan dan istri asli Surabaya. Dia bahkan mengakau pernah menjabat Kasat Intelkam Polresta Malang pada 1992.

"Saya dulu juga sempat tugas di Madiun," ungkapnya.

Pria berpangkat dua bintang di pundak ini menuturkan silaturahminya ini untuk mendekatkan diri kepada tokoh agama dan ulama yang notabene banyak pondok pesantren di Jawa Timur.

"Jawa Timur merupakan pusatnya santri, kami Umara dan Ulama harus bersatu," tuturnya.

Menurut dia, dalam menghadapi tahun depan 2019 yang merupakan tahun politik perlu perhatian khusus untuk menjaga kondusivitas keamanan di seluruh wilayah Jatim. Seperti diketahui banyak berempus isu memanfaatkan agama tidak sesuai peruntukkannya.

"Kami meminta masukan supaya kami (Kepolisian) tidak salah langkah," katanya.

Sebelum silaturahmi di Kantor NU, Kapolda Jatim bertandang ke pimpinan Muhammdiyah Jatim dan Ketua MUI Jatim di Sepanjang Sidoarjo. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help