Kilas Balik

Benny Moerdani Pimpin Operasi Naga di Irian Barat, Pakai Strategi 'Kucing-kucingan' Hadapi Belanda

Benny Moerdani berani memimpin Operasi Naga di Irian Barat. Namun, penerjunan pasukannya justru kacau balau, simak kisahnya!

Benny Moerdani Pimpin Operasi Naga di Irian Barat, Pakai Strategi 'Kucing-kucingan' Hadapi Belanda
Youtube
Benny Moerdani (kanan). 

Ben Mboi akhirnya bisa berkumpul dengan sembilan temannya satu hari kemudian. Mereka terpisah dengan  Benny Moerdani.

Baca: Soeharto Alami 3 Kejadian Tak Biasa Menjelang Bu Tien Wafat, Muncul Hujan Disertai Angin Kencang

Baca: 5 Aplikasi File Recovery untuk Android, Bisa Mengembalikan Data yang Terhapus di Ponsel

Baca: Kisah Mbak Tutut Tanyakan Asal Usul Nama Panggilannya pada Bu Tien, Endingnya Bikin Tertawa Geli

Di sisi lain, Benny Moerdani sudah mengumpulkan pasukannya sebanyak 60 orang dengan peralatan komunikasi dan cadangan mesiu yang cukup.

Benny Moerdani memimpin pasukan baret merah Kopassus yang dulu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Sedangkan Kapten Bambang Soepeno memimpin pasukan baret hijau alias Raiders 530.

Benny Moerdani dikenal punya kelebihan dalam merencanakan komunikasi yang solid antarpasukan.

Kapten Abdul Rachman Ramly yang ditugaskan Benny Moerdani sebagai operator di Pos Komando Laha di Luar Ambon, selalu menerima setiap berita yang dikirim dari Merauke.

Komunikasi tersebut berjalan baik. Setiap saat pasukan Operasi Naga bisa berhubungan untuk menyampaikan laporan atau minta bantuan tambahan, mesiu, dan logistik.

Selain dengan Abdul Rachman, Benny Moerdani juga berkomunikasi dengan milisi pro-Indonesia di Papua, Labula.

Tugasnya yaitu untuk menghapus jejak atau menyediakan makanan secara sembunyi-sembunyi di hutan.

Pada hari kedua setelah penerjunan, Benny Moerdani dibuat kaget setelah radio Australia menyiarkan soal adanya tiga pesawat Hercules yang menerjunkan pasukan di Merauke.

Bahkan, jumlah pasukan dan nama-nama pemimpinnya ikut disebut, termasuk Benny Moerdani.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help