Berita Mojokerto

20 Tahun Ismail Bersepeda Keliling Indonesia. Perjalanannya Belum Berhenti

Sudah 20 tahun, Ismail, pria Indramayu, Jabar berkeliling Indonesia pakai sepeda. Perjalanannya belum berhenti....

20 Tahun Ismail Bersepeda Keliling Indonesia. Perjalanannya Belum Berhenti
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Ismail, pria yang berkeliling Indonesia menggunakan sepeda, saat melintas di Jalan Wijaya Kusuma, Mojokerto, Selasa (11/9). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Ismail (48) mendedikasikan hampir separo umurnya untuk berpetualang mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda.

Pria asal Desa Cangko RT 7 RK II Blok Desa/Kecamatan Banggodua, Indramayu, Jawa Barat ini, memulai perjalanan berkeliling Indonesia sejak umur 20 tahun.

"Saya memulai berkeliling Indonesia tahun 1989 tepatnya tanggal 20 Juli. Waktu itu saya berkeliling dari Bali ke wilayah Timur Indonesia. Ini merupakan cita-cita saya sewaktu kelas 6 SD. Saya ingin menaklukan Nusantara dengan bersepeda," katanya saat mengunjungi Media Center, Mojokerto, Selasa (11/9).

Selama 20 tahun, ia berhasil menyinggahi 298 kabupaten atau kota di Indonesia. Di setiap daerah yang disinggahi, Ismail mengumpulkan tanda tangan dari tokoh masyarakat maupun pemda. Dari 298 kabupaten dan kota yang disinggahi, tercatat, ada 3,9 juta tanda tangan dan 154 buku.

"Kalau sudah penuh, buku saya kirim ke Indramayu," ujarnya.

Ismail menghias sepedanya dengan tulisan keliling Indonesia yang ia tempelkan di depan keranjang. Lalu pada bagian belakang sepeda Ismail, berkibar bendera merah putih.

Sepeda yang dikendarai Ismail saat ini, adalah sepeda yang ke-33. Ismail harus rela menjual dan membeli sepeda baru agar dapat sampai ke tujuan. Sebab, medan jalan yang ia lalui tak selalu mulus.

"Kalau sepeda, ini sudah sepeda yang ke-33. Empat diantaranya pernah saya jual karena medannya yang tidak memungkinkan, sehingga saat sampai daerah tujuan baru saya belikan sepeda lagi," ucapnya.

Ismail juga mengaku pernah mendapatkan pemberian sepeda dari Gubenur Timor-timur (sekarang Timor Leste) tahun 1989.

"Sepeda pemberian pak Gubernur Timor-Timur sangat nyaman dikendarai. Namun, sayang saya terpaksa menjualnya lantaran risih akan pandangan orang lain," ucapnya.

"Waktu itu saya jual laku Rp100 juta lebih. sepedanya awet. Dengan naik sepeda, saya jadi tahu profil setiap daerah," tambahnya.

Ismail juga menceritakan, saat mengelilingi Indonesia banyak kisah-kisah pahit yang harus diterima. Ia pernah menjadi tawanan di Papua lantaran menabrak seekor babi.

"Saya pernah ditawan di Papua selama dua hari karena menabrak seekor babi dan menyebabkan kaki babi itu terluka. Saya juga pernah kesasar dan pulang cukup lama, seperti pada tahun 2002 terjadi konflik di Sampit. Saat itu saya pulang setengah tahun menunggu suasana kondusif," ungkapnya.

Untuk dapat berkeliling Indonesia, Ismail harus merogoh kocek sebesar Rp 300 juta. Uang tersebut ia dapatkan dari sponsor dan youtube.

"Pengeluaran naik sepeda lebih banyak karena lebih mudah capek dan haus. Uang tersebut saya gunakan untuk membeli makanan dan minuman. Saya menargetkan bulan Maret 2019, perjalanan keliling Indonesia selesai. Rute akhir di Bali sesuai awal perjalanan saya," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved