Citizen Reporter

Rumah Mendikbud Ini untuk Training PII

Selama 13 hari ada diskusi, menyusun esai opini, presentasi, mengisi ceramah selesai maghrib serta subuh, dan menjadi muazin di lima waktu salat.

Rumah Mendikbud Ini untuk Training PII
ist

Muhadjir Effendy, Mendikbud RI telah hijrah ke ibu kota karena harus bekerja lebih giat lagi memperbaiki pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Muhadjir mengubah kediamannya di kawasan Pisang Kipas Kota Malang menjadi tempat kos.

Uniknya, ada peraturan khusus bagi penghuni kos: wajib salat lima waktu berjemaah di masjid atau keluar. Selain disiplin, peraturan itu melatih skill kepemimpinan.

Lebih jauh lagi, Muhadjir merelakan rumahnya diacak-acak anggota Pelajar Islam Indonesia (PII). Mereka menggunakan rumah itu untuk menyelenggarakan Leadership Advance Training (LAT), serta Pendidikan Instruktur Dasar (PID), yakni pengaderan paripurna khas PII, mulai Sabtu (4/8/2018) sampai Kamis (16/8/2018).

Kegiatan itu menjadi even bergengsi nasional. Peserta datang dari Jatim, Jateng, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Salah satunya adalah mahasiswa berprestasi Universitas Diponegoro. Selain itu, ada pengusaha muda dari Madiun. Mereka merupakan kader PII.

Sebelum dinyatakan resmi menjadi peserta, mereka harus menjalani serangkaian pembuktian. Itu meliputi kefasihan membaca Alquran sesuai tajwid, mampu menjadi imam salat, hafalan juz amma, ayat pilihan sekaligus menjelaskan maknanya, wawancara daftar riwayat hidup, dan terakhir adalah pembuatan serta presentasi makalah dan opini ilmiah. Proses seleksi yang cukup berat itu menyisakan 11 orang yang berhak mengikuti LAT-PID.

Diskusi, menyusun esai opini, presentasi, mengisi ceramah di masjid setiap selesai maghrib serta subuh, menjadi muazin di lima waktu salat menjadi makanan selama 13 hari pelatihan. Di ujungnya ada micro teaching ditambah penelitian sosial ke Jodipan, Kampung Keramik, dan Perguruan Surya Buana.

Itu sebagai pemantapan agar peserta yang keluar dari training itu benar-benar siap menjadi pengajar bagi adik-adik pelajar di seluruh Indonesia, baik dalam bentuk taklim, training, maupun kursus dengan berbagai tema strategis yang up to date.

Beruntungnya para peserta ini berkesempatan membaca seluruh buku milik Mendikbud. Pak Menteri memang sangat gemar membaca, hingga lemari besar berisi buku tidak hanya ada di perpustakaan pribadi yang juga biasa digunakan pertemuan,tetapi tersedia pula di ruang kerja, ruang keluarga sampai kamar tidur.

Makan sehat 3 kali sehari pun disediakan juru masak di sana. Andai para pejabat lain dapat memfasilitasi pemuda pelajar yang mau berkembang, tentu akan ada perubahan besar.

Nor Laili
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Universitas Negeri Malang
nurlaili.whiztale@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved