Citizen Reporter

Masjid Ini Bergaya Timur Tengah, Yunani, dan Jawa

Masjid Agung Jawa Tengah disiapkan sebagai wisata religi dengan penginapan sebanyak 23 kamar dari kelas berbeda yang bisa dimanfaatkan peziarah.

Masjid Ini Bergaya Timur Tengah, Yunani, dan Jawa
ist

Masjid Agung Jawa Tengah yang terletak di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, selesai dibangun pada 2006. Pembangunannya berlangsung lima tahun.

Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT diresmikan presiden saat itu, Soesilo Bambang Yudhoyono pada 10 November 2006. Masjid itu mampu menampung hingga 15.000 jemaah.

Akses jalan menuju ke MAJT cukup mudah. Dari Simpang Lima Semarang menuju Jalan Jl Brigjend Sudiarto kemudian ke Lottermart. Dari Perempatan Lamper berbelok kiri, kemudian menuju Jl Gajah Raya.

Ketika berkunjung ke Semarang, masjid ini menjadi salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi siapa saja. Tak hanya wisatawan lokal, tetapi wisatawan luar kota Semarang pun bisa berkunjung.

Kemegahan mesjid menjadi daya tarik tersendiri. Luasnya mencapai 10 hektare. Salah satunya, pilar masjid MAJT menyerupai pilar Masjid Nabawi yang dibuka saat salat Jumat, salat Idul Fitri, dan Idul Adha dengan catatan kondisi angin tidak melebihi batas 200 knot.

Masjid dibangun dengan gaya arsitektur campuran Timur Tengah, Jawa, dan Romawi. Arsiteknya H Ahmad Fanani. Bangunan utama dengan atap limas khas Jawa dan bangunan pendukung yang bergaya Timur Tengah dilengkapi pilar bergaya koloseum Athena di Romawi.

Daya tarik lain dari masjid yang dikunjungi Agustus lalu itu adalah menara Al-Husna setinggi 99 meter, kantor radio di lantai dasar, serta rumah makan berputar di puncaknya. Masjid ini dilengkapi Radio Dais (Dakwah Islam) dan stasiun televisi MAJT TV yang menjadi salah satu bagian dari perkembangan dakwah di Jawa Tengah.

Di bagian puncak masjid yaitu di lantai 19 terdapat menara pandang sebagai pengamatan hilal dengan fasilitas teropong canggih dari Boscha. Pada ruang salat terdapat koleksi Alquran raksasa berukuran 145 x 95 cm, ditulis tangan oleh Khyatudin dari Ponpes Al-Asyariyyah, Wonosobo.

Pada bagian depan masjid terdapat beduk raksasa berukuran panjang 310 cm dan diameter 220 cm yang merupakan replika beduk Pendowo Purworejo. Itu dibuat oleh santri Ponpes Banyumas dengan kulit lembu Australia.

Masjid itu dipersiapkan sebagai wisata religi dengan menyiapkan penginapan sebanyak 23 kamar dari kelas berbeda yang bisa dimanfaatkan peziarah. Itu menambah kenyamanan pengunjung.

Lia Yuliani
Ibu rumah tangga di Bandung
leannie.019@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved