Berita Lamongan

Jenazah Mr X Ditemukan di Kebun Jati Lamongan, Polisi Lakukan Otopsi

Melalui otopsi ini akan diketahui apakah korban meninggal karena dibunuh kemudian dibuang atau lainnya

Jenazah Mr X Ditemukan di Kebun Jati Lamongan, Polisi Lakukan Otopsi
surya/hanif manshuri
Petugas melakukan otopsi ke korban meninggal yang ditemukan di kebun jati di Lamongan, Senin (10/9/2018). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Jenazah Mr X  ditemukan meninggal di Dusun Sambirejo, Desa Sidokumpul, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Jawa Timur. Petugas akhirnya melakukan otopsi terhadap korban di RSUD dr Soegiri Lamongan.

"Upaya otopsi ini untuk memastikan penyebab kematiannya," kata Kasubag Humas Polres Lamongan AKP Harmuji didampingi KBO Reskrim Iptu Supriyanto saat dikonfirmasi, Senin (10/9/2018).

Melalui otopsi ini akan diketahui apakah korban meninggal karena dibunuh kemudian dibuang atau orang gila yang mati bukan disebabkan penganiayaan.

Kalau hanya dilihat secara fisik dari luar, belum bisa dipastikan penyebab kematian korban.

Bahkan polisi berharap melalui langkah otopsi akan menemukan kejelasan penyebab kematian korban.

Dari ciri-ciri saat korban ditemukan, secara kasat mata memang tidak ditemukan luka akibat penganiayaan.

"Tapi kepastiannya, nanti hasil otopsi," kata Harmuji.

Korban Mr X ditemukan pada Minggu (9/9/2018) pukul 15.00 WIB di kebun radius 2 meter dari bahu jalan Sambirejo Desa Sidokumpul Kecamatan Sambeng Lamongan.

Korban kali pertama ditemukan saksi, Mat Tohir, seorang pencari rumput sekitar pukul 15.00 di kebun jati dekat jalan raya Babat Jombang tepatnya, Desa Sidokumpul.

Temuan itu kemudian diinformasikan kepada saksi Kepala Dusun Sambirejo, Dimo.  Tohir, Dimo dan Agus kemudian menghubungi petugas Pos Lantas Kambangan Ngimbang dan berlanjut ke Polsek Sambeng.

Korban dievakuasi petugas polsek bersama tim medis dan dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soegiri.

Ciri-ciri korban, panjang mayat 155 sentimeter. Memakai kaos lengan pendek hitam, celana bendek hitam, rambut pendek hitam lurus.

Sementara menurit tim medis, mayat diperkirakan sudah lebih dari 36 jam.

"Sidik jari tidak dapat di identifikasi," ungkap Harmuji.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved