Citizen Reporter

Ini Diplomasi Bonus Bangga

Perbanyaklah membaca berita, baik itu berita dalam maupun luar negeri. Karena itu nantinya akan ditanyakan (pada sesi seleksi wawancara).

Ini Diplomasi Bonus Bangga
ist

Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar seminar nasional. Seminar itu bertajuk Al ‘Arobiyyah Li al-Diblomasiyyah, artinya Bahasa Arab untuk Diplomasi.

Pembicara tunggal dalam seminar itu adalah staf khusus Duta Besar Indonesia untuk Irak, Abdul Waheed. Acara yang dimoderatori Nur Qomari itu digelar, Selasa (4 /9/2018) mulai pukul 08:00-12:00 WIB di ruang Home Teater Fakultas.

Dalam materinya, alumnus UIN Malang (dulu STAIN) angkatan 2010 itu menjelaskan tentang keistimewaan menjadi seorang diplomat.

“Apabila ada yang mengganggu seorang diplomat, maka itu berarti mengganggu negaranya,” ucapnya sambil tertsenyum.

Namun, menurut pria asli Madura itu, menjadi seorang diplomat juga berat. Dia merupakan sebuah representasi dari negaranya. Alumnus King Saud University itu juga menjelaskan tentang tips, trik, dan kiat-kiat untuk bisa menjadi seorang diplomat.

“Sering-sering membuka website Kementerian Luar Negeri. Perbanyaklah membaca berita, baik itu berita dalam maupun luar negeri. Karena itu nantinya akan ditanyakan (pada sesi seleksi wawancara), bagaimana hubungan negara kita dengan negara A, dengan negara B dan hubungan kita dengan PBB. Terpenting adalah banyak-banyak menyerap informasi,” katanya.

Abdul Waheed juga menjelaskan tentang salah satu dari kunci sukses dalam berdiplomasi di antaranya yaitu, memahami bahasa dan budaya suatu negara yang bersangkutan. Menjalin hubungan yang baik antara bangsa satu dengan bangsa yang lain dan terpenting di antara semuanya adalah saling menjaga persatuan.

Perhelatan itu bertujuan memberikan motivasi belajar kepada mahasiswa jurusan BSA. Dengan adanya seminar ini, para dosen ingin menunjukkan, seorang alumni BSA juga bisa bekerja sebagai staf khusus kedutaan di Tumur tengah. Rupanya hal tersebut disambut gembira oleh para mahasiswa BSA mulai dari angkatan 2015, 2016, dan 2017.

Atiqotul Maisaroh salah satunya. Mahasiswa dari Banjarnegara mengaku sangat senang dengan acara ini. Seminar itu sangat memotivasi dia.

“Dari seminar ini aku juga jadi tahu, bahasa Arab itu penting, khususnya untuk berdiplomasi. Namun, bahasa tidak segalanya. Pengalaman juga menjadi salah satu bahan utama untuk menjadi seorang diplomat. Yang paling menarik, aku tahu bahwa diplomasi itu bukan suatu kebohongan, tetapi sebuah kesepakatan,” tuturnya.

Hasan Basri
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
UIN Maliki Malang
15310138@student.uin-malang.ac.id

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved