Berita Mojokerto

Dua Pria Mojokerto Terduga Pembunuh Lelaki Bertato Dilepaskan, Polisi: Belum Cukup Bukti

"Itu hanya pengakuan mereka, sejauh ini belum cukup bukti. Makanya belum kami tetapkan tersangka," jelas Kasatreskrim Polres Mojokerto.

Dua Pria Mojokerto Terduga Pembunuh Lelaki Bertato Dilepaskan, Polisi: Belum Cukup Bukti
surya/sudharma adi
Foto ilustrasi: Polres Mojokerto menggelar reka ulang sebuah kasus pembunuhan. 

Surya.co.id l MOJOKERTO - Dua pria asal Kecamatan Gondang, Mojokerto, JP (25) dan AH (30) diringkus polisi di Jalan Raya Pugeran, Gondang, Sabtu (25/8/2018) malam.

Penangkapan kedua tersangka tersebut terkait kasus pembunuhan pria bertato naga yang mayatnya ditemukan di bekas galian C di Mojokerto.

Saat dimintai keterangan, dua pria tersebut sempat mengaku membunuh pria bertato bernama Dakin (35) warga Dusun Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang tersebut.

"Itu hanya pengakuan mereka, sejauh ini belum cukup bukti. Makanya belum kami tetapkan tersangka," jelas  Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery, Senin (10/9/2018).

Kedua pria tersebut diduga memiliki peran berbeda. AH diduga sebagai eksekutor pembunuhan dengan memukulkan batu ke kepala bagian belakang korban. Sedang JP diduga membantu mencarikan tanaman rambat untuk mengikat kaki korban.

Untuk menghilangkan jejak mereka diduga menenggelamkan tubuh korban ke kubangan bekas galian C di Mojokerto.

Namun, kasus ini belum menemui titik terang, akhirnya polisi melepas kedua pria tersebut. Polisi berdalih bukti untuk menjerat mereka belum cukup.

"Status kedua pria itu saksi. Hanya kami mintai keterangan sehari. Karena saksi, kami pulangkan," katanya.

Fery mengatakan, pihaknya masih mencari bukti petunjuk salah satunya yakni alat untuk membunuh Dakin. Hingga kini barang bukti tersebut belum ditemukan.

"Bisa saja mereka dijadikan saksi untuk pelaku yang lain, disuruh mengakui," paparnya.

Fery menambahkan, tewasnya Dakin diduga terkait jaringan narkoba. Pasalnya, korban sempat bersama AH, bandar narkoba saat digerebek polisi 30 Juni 2018, dua hari sebelum korban ditemukan tewas.

"Keterangan dari AH, bahwa korban bersama dia saat digerebek, tapi mereka saat itu berhasil kabur semua," pungkasnya. 

Mayat Dakin ditemukan oleh warga yang hendak memancing di kubangan bekas galian C Desa Wonoploso Senin (2/7/2018). Saat ditemukan kondisinya tak mengenakan busana dan kedua kakinya terikat.

Mayat Dakin berada di tengah kubangan. Ditemukan batu yang digunakan untuk pemberat agar tenggelam.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help