Berita Surabaya

VIDEO - Peringati Tahun Baru Hijriah, Warga NU Kecamatan Gubeng Surabaya Kenalkan NU Era Millenial

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1440 H dirayakan dengan meriah oleh warga Kecamatan Gubeng Surabaya.

VIDEO - Peringati Tahun Baru Hijriah, Warga NU Kecamatan Gubeng Surabaya Kenalkan NU Era Millenial
surya/fatimatuz zahro
Peringatan 1 Muharam digelar NU Kecamatan Gubeng Surabaya. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1440 H dirayakan dengan meriah oleh warga Kecamatan Gubeng Surabaya. Atas inisiasi Majelis Wakil Cabang Nadhlatul Ulama Kecamatan Gubeng Surabaya, sebanyak 1500 warga NU Gubeng berpartisipasi meramaikan Gebyar Muharram, Karnaval Nusantara dengan tema NU di era Millenial.

Peserta dari TPQ, TPA, majelis taqlim, dan dari elemen pendidikan formal di kawasan Gubeng pun ikut menampilkan kreasi mereka dalam karnaval ini.

Salah satu peserta yang unik adalah TPA Annur Kalibokor. Mengangkat tema kearab-araban, para santri lembaga mengaji itu meramaikan hashtag yang saat ini ngetren di era politik.

Namun bukan #2019GantiPresiden, hashtag tersebut diganti menjadi sak teruse #2019SantriJagaNKRI. Tidak hanya itu, hashtag itu juga diubah menjadi Sakteruse #2019SantriRajinNgaji.

Harapannya dengan begitu bisa menyosialisasikan gerakan menuju kebaikan dengan beribadah kepada masyarakat yang melihat dan mengikuti karnaval.

"Bukan hastag politik ya, ini gerakan mengajak santi rajin mengaji," ucap Miftah, salah satu peserta. Mereka bahkan sudah memersiapkan untuk karnaval ini dua minggu belakangan.

Mereka tampil dengan atribut lengkap. Mulai kostum ala orang Arab, kakbah, hingga menciptakan kostum ala hewan padang pasir unta.

Tidak hanya itu, kreasi unik juga ditampilkan peserta karnaval dari Yayasan At Taubah Juwingan. Peserta yang seluruhnya pria ini merepresentasikan tema Islam itu damai, indah, toleran, dan jangan kotori dengan nafsu syaiton.

Agar lebih mengena dalam merepresentasikan tema itu, para peserta berkostum memperagakan peran setan. Mereka mengecat seluruh badannya dengan cat warna merah dan hitam, sembari membawa tongkat. Ada pula yang memperagakan sosok kiai.

Rangkaian karnaval ini berjalan mulai lapangan kalibokor, menuju Jalan Pucang Anom hingga ke Jalan Pucang Sawit. Yang kemudian ke arah Pucang Adi, dn kembali lagi ke Pucang Sawit dan finish di Lapangan Kalibokor.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help