Lapor Cak

Masih Disiapkan Untuk Renovasi, Tali Pembatas Taman Ganggu Pengunjung

Pengunjung Taman Bungkul Surabaya mengeluhkan tali pembatas taman yang masih terpasang di sekitar lapangan skateboard.

Masih Disiapkan Untuk Renovasi, Tali Pembatas Taman Ganggu Pengunjung
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Pengunjung kesulitan memasuki area lapangan skate karena pembatas jalan bekas renovasi belum dibersihkan, Minggu (9/9/2018) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lapangan Skateboard menjadi salah satu daya tarik di taman Bungkul.

Apalagi saat hari Minggu, banyak pengunjung didominasi anak-anak bermain di arena ini.

Namun, Minggu (9/9/2010) pagi warga mengeluhkan pembatas taman yang masih terpasang di sekitar lapangan skateboard. Padahal lapangan terlihat sudah tuntas direnovasi dan dicat.

Hal ini mengakibatkan pengunjung yang memakai sepatu roda ataupun membawa anak kesultan memasuki taman.

Hal ini diungkapkan Aminah (35) yang berkunjung bersama anak-anaknya ke taman Bungkul. Menurutnya beberapa kali ke taman Bungkul baru kali ini melihat pagar pembatas. Ia menduga pagar tersebut dipasang karena kondisi taman yang masih bagus selesai direnovasi.

"Bisa jadi ditutup karena masih baru, sebelumnya kan rusak taman ini, banyak lubang dan tajam. Jadi bahaya kalau buat main anak,"urainya.

Baca: Ani Yudhoyono Unggah Pesan Romantis di Ulang Tahun Sby, Ada Video Perjalanan Cinta Mereka Juga

Baca: Dari Lubang Pagar, Ibu-ibu Ngintip Prabowo yang Gelar Pertemuan Tertutup di Banyuwangi

Namun ia cukup kesulitan saat harus masuk ke area lapangan untuk menemani anaknya. Karena adanya pembatas itu, anaknya harus membungkuk untuk lewat.

"Tadi ada juga yang loncat, kasian yang pakai sepatu roda. Untingnya mereka nggak jatuh. Karena sebelahnya pembatas kan areanya lebih turun bisa kesandung,"lanjutnya.

Ia berharap jika memang ada renovasi kembali, petugas bisa berjaga jika memang lapangan belum bisa digunakan. Tetapi jika sudah bisa, maka bisa langsung dibuka dan dirapikan, khususnya saat hari Minggu yang banyak pengunjung.

Vanisa, siswa kelas 3 SD mengungkapkan hal serupa. Untuk bisa masuk arena bermain dengan sepatu rodanya terpaksa harus membuka jalan dengan menaikkan tali.

"Talinya banyak yang menjuntai gitu, jadi sempat jatuh juga kesrimpet (terjerat),"urainya.

Keluhan ini juga disampaikan pengunjung lain yang membawa anaknya. Apalagi saat Minggu pagi pengunjung lapangan skate ini bukan hanya pengguna skate. Tetapi banyak anak-anak justru menjadikan wahana tanjakan skate menjadi seluncuran.

Berdasarkan pantauan SURYA pada pukul 10.00 WIB, usai Car Free Day, pembatas taman tersebut sudah dibersihkan. Padahal pengguna taman sudah jauh berkurang dibandingkan saat Car Free Day.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved