Khofifah Puji Kepiawaian Sinden Cilik Mataraman, Dimas Niken Salindri

Khofifah Indar Parawansa memuji Dimas Niken Salindri, sinden cilik umur 10 tahun yang mampu promosikan budaya jatim

Khofifah Puji Kepiawaian Sinden Cilik Mataraman, Dimas Niken Salindri
ist
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa besera Emil Elestianto Dardak dan Arumi Bachsin sedang menghibur Dimas Niken Salindri yang menangis lantaran takut mengecewakan saat tampil di depan Khofifah dan Emil, Minggu (9/9/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bukan hanya olahraga yang bisa menjadi pemersatu bangsa. Namun, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa, budaya juga merupakan alat pemersatu yang kuat.

Ia membuktikannya sembari mengenalkan bocah perempuan berusia 10 tahun, Dimas Niken Salindri. Bocah cilik ini menurut Khofifah spesial.

Pasalnya, di usianya yang masih sangat belia itu, ia sudah aktif memperkenalkan budaya Jawa Timur sebagai sinden cilik. Khofifah mengaku bertemu Dimas Niken Salindri itu saat menghadiri syukuran relawan di Ngawi.

Bocah asli Kediri itu unjuk kebolehan di hadapan Khofifah dengan menghibur khalayak sebagai sinden.

"Uniknya dia ini sinden Mataraman, tapi yang dia nyanyikan, saat nyinden adalah Banyuwangian, dia mempromosikan budaya Banyuwangian," kata Khofifah, Minggu (9/9/2018).

Artinya, gubernur terpilih yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak ini menegaskan bahwa batas wilayah kedaerahan tidak membatasi untuk saling mempromosikan kebudayaan di Jawa Timur.

Dimas Niken Salindri ini juga sempat diundang Khofifah saat menggelar Selamatan Relawan di Jatim Expo sehari yang lalu. Sinden itu sempat menangis lantaran takut jika penampilannya mengecewakan Khofifah.

"Bagus sekali padahal lho. Keren sekali," kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah ingin mengangkat dan mempromosikan kebudayaan di Jawa Timur sebagai kekayaan agar bisa dikenal lebih luas oleh bangsa Indonesia maupun dunia internasional.

Selain sinden Mataraman, Khofifah juga ingin mengangkat kesenian ludruk kebudayaan khas wilayah Arek, kesenian ul-daul dari Madura, dan juga kesenian tari remo.

"Kita ingin mempromosikan kekayaan budaya kita. Kita ingin semua ini bisa diterima sub culture di Jawa Timur, karena kesenian kebudayaan yang kaya ini juga pemersatu," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help