Berita Gresik

Dalami Dugaan Korupsi Aliran Dana Kapitasi Dinkes Gresik, Kejari Panggil Para Kepala Puskesmas

Selama sepekan kemarin, kepala puskesmas se-Gresik telah dipanggil penyidik Kejari Gresik untuk dimintai keterangan

Dalami Dugaan Korupsi Aliran Dana Kapitasi Dinkes Gresik, Kejari Panggil Para Kepala Puskesmas
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Kelapa Dinkes Kabupaten Gresik dr Nurul Dholam (Rompi merah) ditahan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana kapitasi, Jumat (31/8/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik terus mendalami kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Penyidik memanggil kepala Puskesmas-puskesmas untuk mengetahui lebih lanjut aliran dana kapitasi atau dana jasa pelayanan (Jaspel).

Humas Kejari Gresik, Marjuki, mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan pengembangan terkait dugaan korupsi dana kapitasi yang menjerat kepala Dinkes Kabupaten Gresik dr Nurul Dholam.

"Kepala Dinkes kan sudah ditahan. Sekarang ini masih pengembangan dengan memanggil kepala Puskesmas-puskemas," kata Marjuki, usai mendampingi Kajari Gresik Pandoe Pramoekertika, usai ungkap kasus, Minggu (9/9/2018).

Selama sepekan kemarin, kepala puskesmas se-Gresik telah dipanggil penyidik Kejari Gresik untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dana kapitasi jaspel di Dinkes Gresik.

"Kepala Puskesmas dipanggil bisa jadi dimintai keterangan sebagai saksi. Ini masih berjalan," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi terkait aliran dana dugaan Korupsi dana Kapitasi, Marjuki mengatakan akan koordinir dengan penyidik terlebih dahulu.

"Penyidik masih mendalami terus (Kasus dugaan Kapitasi,red)," katanya.

Begitu juga disampaikan Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto mengatakan bahwa saat ini masih fokus pada kasus dugaan korupsi Dinas Kesehatan.

"Masih fokus Dinkes. Pemanggilan saksi-saksi dari Dispora masih belum," kata Andrie.

Diketahui, Kepala Dinkes Kabupaten Gresik dr Nurul Dholam telah ditetapkan tersangka dan ditahan atas dugaan pada Jumat (31/9/2018).

Dari hasil perhitungan internal penyidik Kejari Gresik, dari kerugian tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,451 miliar pada anggaran 2016 -2017.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help