Berita Kediri

Baksos Pengobatan Gratis di Kediri Hadirkan Terapi Lintah

Pengobatan gratis yang digelar komunitas peduli sosial menghadirkan terapi alternatif. Di antaranya terapi lintah, sengat listrik dan bekam.

Baksos Pengobatan Gratis di Kediri Hadirkan Terapi Lintah
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Terapis Wiwik Sukarti melakukan terapi lintah untuk penyembuhan penderita tumor di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Minggu (9/9/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Bakti sosial pengobatan gratis yang digelar komunitas peduli sosial selain menghadirkan pengobatan medis juga terapi alternatif. Di antaranya terapi lintah, sengat listrik dan bekam.

Kegiatan baksos dalam rangka Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke 73 berlangsung di Kantor Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Minggu (9/9/2018).

Pengobatan medis bekerja sama dengan pengurus IDI Kabupaten Kediri menghadirkan 10 dokter. Sekitar 125 pasien dengan berbagai keluhan berobat gratis.

Sedangkan terapi alternatif yang terdiri terapi lintah, sengat listrik dan bekam diikuti sekitar 50 orang. Salah satu pasien yang diterapi lintah penderita tumor asal Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Wiwik Sukarti, salah satu terapis lintah, dengan melakukan terapi secara rutin penyakit tumor dapat disembuhkan. "Kalau kondisinya sudah parah terapinya harus dilakukan beberapa kali," ungkapnya.

Wiwik menggunakan jenis lintah kerbau untuk melakukan terapi. Lintah ini mampu menyerap toksin dari darah pasien "Setiap kali terapi minimal ada 3 sampai 5 ekor lintah yang kami gunakan," jelasnya.

Masing-masing lintah kami tempelkan di kulit pasien minimal satu jam. Setelah lintah menyedot darah akan terlepas sendiri. Selanjutnya lintah yang dipakai terapi kami musnahkan dengan cara dibakar.

Selain penyakit tumor, lintah juga efektif untuk terapi pengobatan varises dan tiroid.

Dengan melakukan terapi yang rutin penyakit tersebut dapat disembuhkan. "Kalau varises paling cepat diterapi dapat dilihat perkembangannya varisesnya mengecil," tambahnya.

Wiwik mengaku telah 4 tahun belajar melakukan terapi lintah untuk penyembuhan penyakit. Semula memang terasa jijik saat pertama kali memegang lintah untuk ditempelkan ke kulit pasien. Namun sekarang sudah terbiasa melakukannya.

Untuk setiap kali terapi, komunitasnya tidak memasang tarif. Biasanya keluarga pasien memberikan sukarela sebagai ganti ongkos bensin. "Ini kegiatan sosial membantu masyarakat yang butuh penyembuhan," ungkapnya.

Sementara Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim Arif Witanto yang menggelar baksos menjelaskan, kegiatan baksos yang digelar komunitas peduli sosial mendapat sambutan positif masyarakat. "Kami hadirkan pengobatan medis dan terapi alternatif gratis untuk warga," ungkapnya.

Panitia juga menggelar donor darah mendapatkan 24 kantong. Sedangkan santunan untuk anak yatim diberikan kepada 22 anak dan santunan dhuafa untuk 15 warga miskin.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help