4 Pantangan Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi, Salah Satunya Jangan Minum Kopi

Bagi penderita tekana darah tinggi, disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 1500 miligram garam per hari. Berikut 4 makanan yang jadi pantangan

4 Pantangan Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi, Salah Satunya Jangan Minum Kopi
surya/kompas.com
Ilustrasi 

Jumlah tersebut setara dengan secangkir kopi racik (brewed coffee) dengan kapasitas 355 ml.

4. Acar

Mungkin banyak yang menyukai makanan yang dilengkapi dengan acar sayuran.

Namun, biasanya agar tahan lama dan enak, acar biasanya diberi garam.

Tentu kandungan garam berlebihan dapat berefek buruk bagi kesehatan penderita hipertensi.

Sebagai langkah antisipasi, acar yang bisa dijadikan pilihan adalah acar mengandung garam di bawah 100 miligram.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, menjalani gaya hidup sehat adalah salah satu kunci untuk memelihara tekanan darah tetap stabil.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapat rekomendasi pola makan yang tepat bagi penderita tekanan darah tinggi.

Selain menghindari beragam makanan pantangan darah tinggi di atas, penderita hipertensi juga perlu berolahraga teratur, menurunkan berat badan yang berlebih, dan mengelola stres dengan baik.

Pengobatan hipertensi penting untuk mengurangi risiko kematian karena biasanya berhubungan dengan penyakit jantung.

Obat darah tinggi pun harus dikonsumsi rutin dan tepat dosis untuk manfaatnya bisa dirasakan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diagnosis tekanan darah tinggi?

Hipertensi didiagnosis melalui teknik tes tekanan darah.

Teknik ini harus dilakukan beberapa kali untuk memastikan hasil yang akurat.

Jika tekanan darah tinggi, dokter mungkin meminta kita untuk memeriksa kembali dan melacaknya berulang kali secara berkala.

Bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dalam pemeriksaan biasa, dokter akan mendiagnosis kita mengidap tekanan darah tinggi.

Jika kita menderita penyakit kronis, misalnya diabetes atau penyakit ginjal, dan tekanan darah lebih 130/80 mm Hg, kita juga terdiagnosis hipertensi.

Dokter akan meminta kita untuk berbaring terlentang untuk mengukur tekanan darah Anda.

Tekanan darah akan lebih rendah pada anak-anak daripada orang dewasa dan akan meningkat secara bertahap seiring bertumbuhnya anak.

Kita perlu bertanya kepada dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang tekanan darah yang normal.

Perlu dipahami juga, hasil bacaan tekanan darah di dokter dan di rumah bisa berbeda.

Pasalnya, jika Anda merasa gugup setiap berada di rumah sakit atau di tempat praktik dokter, tekanan darah dapat naik pada setiap kunjungan.

Sehingga, tentu saja hasil yang terlihat dari pemeriksaan dokter pun menunjukkan tekanan darah yang tinggi.

Fenomena ini disebut juga “white coat hypertension”. Karena itu, dokter mungkin ingin mengukur tekanan darah kita lebih dari satu kali, dan jauh dari ruang praktik.

Ini akan membantu menentukan apakah kita hanya mengalami "white coat hypertension", atau kita benar-benar memiliki tekanan darah tinggi.

Jika kita memiliki "white coat hypertension", kemungkinan risiko tekanan darah tinggi bisa terus meningkat di masa depan.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah ke dokter atau ahli kesehatan lain setidaknya setiap 6-12 bulan.

Baca: Kartika Putri Mengaku Tak Siap dengan Poligami, Jawaban Habib Usman Bikin Sang Istri Tenang & Nyaman

Baca: Kecerdasan Gempita Putri Gisella Anastasia Tuai Pujian Psikolog, Lancar Berbahasa Asing Juga

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help