Berita Sidoarjo

3 Pria di Sidoarjo Kenalkan Temannya sebagai Anak Polisi, setelah Korban Percaya Diminta Uang Damai 

Ada saja modus kejahatan melalui media sosial. Yang terbaru, terungkap komplotan pemerasan dan pencurian yang mengatasnamakan anak polisi di Sidoarjo.

3 Pria di Sidoarjo Kenalkan Temannya sebagai Anak Polisi, setelah Korban Percaya Diminta Uang Damai 
surya/M Taufik
Dua anggota komplotan pemeras berikut barang bukti diperlihatkan polisi di Mapolresta Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ada saja modus kejahatan melalui media sosial. Yang terbaru, terungkap komplotan pemerasan dan pencurian yang mengatasnamakan anak anggota polisi di Sidoarjo.

Modusnya, pelaku membuat akun di media sosial atas nama perempuan untuk mencari calon korban. Setelah dapat sasaran, komplotan bandit ini lantas menemui korban dan meminta uang atau barang dengan dalih untuk berdamai.

"Ada tiga pelaku dalam komplotan ini. Mereka sudah ditangkap petugas, dan masih menjalani pemeriksaan," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Minggu (9/9/2018).

Mereka adalah Wisnu Dwi Saputra alias Serundeng (22), warga Perumahan Candiloka, Candi, Sidoarjo; Widi Harianto (38) dan Edi Pranoto alias Tejo (42), keduanya warga Dusun Tawangsari, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Para pelaku punya tugas berbeda. Wisnu  membuat akun atas nama perempuan untuk mencari korban, termasuk berkomunikasi atau chating dengan korban.

Dalam perkara ini, yang menjadi korban adalah Kasful Anwar (24), warga Kebonagung, Sukodono, Sidoarjo. Pemuda ini yang terjerat hubungan akrab lewat media sosial dengan Wisnu yang menggunakan nama anonim perempuan dengan foto-foto istrinya sendiri.

Berdasar chatingan itu, para pelaku lantas menemui korban. Janjian dilakukan lewat hubungan sosial media dengan nama perempuan seperti yang dikenal korban.

"Ketika bertemu itu, korban mengendarai motor Vario W 4034 ZX. Sementara pelaku mengendarai mobil sewaan," lanjut kasat.

Dalam pertemuan tersebut, Widi Harianto kemudian memperingatkan korban agar tidak berhubungan dengan perempuan di akun sosmed tersebut. Untuk menggertak korban, pelaku menyebut bahwa perempuan itu adalah anak seorang anggota polisi.

Kemudian Widi meminta handphone korban dan diserahkan ke Wisnu. Setelah dicek ada chatingan itu, korban ganti diancam oleh Wisnu karena disebut telah berhubungan dengan istrinya.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help