Berita kediri

Sarah Tria Peraih Medali Emas Asian Games Asal Kediri, Biasa Pulang Sekolah Lari Sepanjang 2,5 KM

Sarah disuruh bawa training dan diturunkan di tengah jalan untuk berlatih lari. Jaraknya kurang lebih sekitar 2,5 kilometer

Sarah Tria Peraih Medali Emas Asian Games Asal Kediri, Biasa Pulang Sekolah Lari Sepanjang 2,5 KM
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Sarah Tria Monita atlet pencak silat peraih medali emas Asian Games bersama Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat acara talk show Warung Komunikasi di salah satu stasiun TV di Kota Kediri 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sarah Tria Monita atlet peraih medali emas Asian Games 2018 semula merupakan pemain volly. Namun, berkat dorongan dan semangat ibundanya Sarah kemudian beralih menjadi atlet pencak silat hingga mengantarkan sukses meraih medali emas di ajang olahraga bergengsi.

Sarah mengungkapkan, sosok dibalik suksesnya medali di ajang bergengsi tersebut adalah ibundanya Ny Lasmi yang juga guru di MTs Negeri 2 Kediri.

Ungkapan di balik suksesnya disampaikan Sarah pada acara talk show Warung Komunikasi di salah satu stasiun TV di Kota Kediri. Acara ini juga dihadiri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Sarah menjadi atlet muda yang sukses berprestasi asal Wates, Kabupaten Kediri. Atlet ini juga tercatat sebagai alumni di SMPN 7 Kota Kediri.

Menurut Sarah, ibundanya yang telah menjadikan dirinya sukses seperti saat ini.

“Mama terus memberikan motivasi buat Sarah," ungkapnya.

Malahan dahulu setiap pulang sekolah, Sarah disuruh bawa training dan diturunkan di tengah jalan untuk berlatih lari. Jaraknya kurang lebih sekitar 2,5 kilometer.

"Sempat sebel juga kenapa mama seperti itu, tapi itulah cara mama untuk melatih Sarah,” ujarnya.

Dahulu, lanjut Sarah, tidak pernah terlintas dipikirannya akan menjadi atlet pencak silat yang berhasil meraih prestasi. Bahkan dulu olah raga yang lebih disukai adalah bola volly.

Namun di volly dirinya tidak mampu berkembang dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti pencak silat karena dirinya sendiri suka dengan bela diri.

“Dulu Sarah sempat di volly. Namun kurang berkembang dan akhirnya ikut pencak silat di Perguruan Sawunggaling. Lulus SMP Sarah langsung melanjutkan ke SMA Olahraga karena di sana porsi latihannya lebih banyak,” ujarnya.

Sarah juga berpesan agar atlet-atlet di Kota Kediri terus semangat. Selain itu harus memiliki mental yang kuat dan rajin berlatih.

Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, dengan datangnya Sarah di Kota Kediri dapat membawa suntikan semangat bagi atlet-atlet muda di Kota Kediri.

Atlet-atlet di Kota Kediri dapat menjadikan Sarah sebagai inspirasi untuk berjuang meraih prestasi hingga di tingkat internasional.

“Dengan adanya Sarah menjadi suntikan semangat bagi atlet-atlet di Kota Kediri untuk terus berjuang meraih prestasi setinggi-tingginya,” ujarnya.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu itu mengungkapkan, yang terpenting dipahami atlet-atlet muda Kota Kediri jangan takut untuk gagal dan harus memiliki mental baja. Kegagalan harus menjadi awal untuk berjuang lebih guna menemukan keberhasilan.

“Menurut saya kegagalan itu keniscayaan karena semua orang pasti pernah gagal. Seperti Sarah ini pasti juga pernah gagal, namun dia memiliki mental baja, terus berlatih dan tidak mudah pecah semangatnya. Ini yang harus ditiru untuk menemukan keberhasilan,” ungkapnya.

Dijelaskan, Pemkot Kediri sangat mendukung dan memberi support kepada atlet-atlet di Kota Kediri. Pemkot Kediri telah bekerja sama dengan KONI Kota Kediri untuk menjamin para atlet-atletnya.

“Kami menjamin bagi atlet-atlet yang berprestasi tidak kesulitan saat mencari sekolah di Kota Kediri. Kita ada aturan untuk juara 1, 2 dan 3 tingkat Provinsi maka kita akan masukan ke sekolah di Kota Kediri yang sesuai dengan bakatnya. Atlet-atlet di Kota Kediri juga harus bagus dalam akademiknya,” jelasnya.

Acara talk show ini juga dihadiri Ketua KONI Kota Kediri Heru Marwanto, Kepala Sekolah SMPN 7 Kediri Adi Wasito, Guru SMPN 7 Kediri Heri Purnomo, Ketua IPSI Kota Kediri Siswanto, Ny Lasmi, Ibunda Sarah serta atlet-atlet Puslakot Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help