Berita Surabaya

Penganiaya Anak Tiri di Surabaya Akui Jengkel karena Korban Tak segera saat Disuruh Nge-charge HP

"Motif diawali dari permintaan tersangka tidak dilakukan anak. Sehingga pelaku mendorong korban," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Penganiaya Anak Tiri di Surabaya Akui Jengkel karena Korban Tak segera saat Disuruh Nge-charge HP
surya/fatkhul alami
Foto ilustrasi: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto (kedua dari kiri) dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus penganiayaan oleh seorang ibu yang memukul anak tirinya, diakui tersangka lantaran jengkel.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan pelaku menganggap korban tidak menuruti perintahnya.

Saat itu korban disuruh men-charger daya batre, korban tidak segera melakukannya hingga memicu pelaku jengkel.

"Motif diawali dari permintaan tersangka tidak dilakukan anak. Sehingga pelaku mendorong korban," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto, Jumat (7/9/2018).

Pelaku mengaku tindakannya itu untuk mendidik pribadi sang anak supaya disiplin.

Sebab, pelaku diketahui hanya tinggal bersama dengan anak kandung dan tiri. Sedang suaminya masih bekerja di Kalimantan.

"Korban didorong dan mengenai ujung meja terkena punggunngnya. Berulang kali yang bersangkutan lakukan. Di wajah pelipis luka hasil perbuatan tersangka," kata Agus.

Kini, pelaku dijerat pasal berlapis, Pasal 44 Ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Selain itu Pasal 80 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan penjara. (nur ika anisa) 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help