Berita Surabaya

Main Film Wiro Sableng, Vino dan Sherina Harus Belajar Silat Selama Enam Bulan

Sebagai anak dari penulis kisah Wiro Sableng, Vino mengaku sedikit memahami filosofi angka 212 yang jadi trade mark Wiro Sableng. Dia menuturkan...

Main Film Wiro Sableng, Vino dan Sherina Harus Belajar Silat Selama Enam Bulan
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Toko utama Film "Wiro Sableng" Vino G Bastian dan Sherina Munaf menyapa penggemar pada meet and greet film Wiro Sableng di Ciputra World Surabaya, Sabtu (8/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi tokoh utama dalam film Wiro Sableng, artis peran Vino G Bastian dan Sherina Munaf mengaku tak mudah menguasai silat. Mereka pun perlu belajar silat selama enam bulan agar benar-benar tampil optimal di film bergenre action ini.

Dalam meet and greet film Wiro Sableng di Ciputra World Surabaya ini, Vino mengaku tak punya dasar ilmu bela diri. Makanya, dia sempat kesulitan dan harus belajar mulai dari nol.

“Saya memang belajar sekitar enam bulan sebelum syuting,” tutur Vino di hadapan fansnya, Sabtu (8/9/2018).

Begitu pula dengan Sherina Munaf. Penyanyi dan artis ini juga tak punya dasar bela diri, sehingga dia berlatih bersama tim koreografi film selama 5-6 bulan. Supaya cepat menguasai silat, Sherina berlatih setiap hari.

“Kami berlatih sampai berdarah-darah. Kami juga reading atau baca script bersama-sama untuk mengenal karakter masing-masing,” ujarnya.

Mengenai daya tarik film Wiro Sableng ini, suami dari Marsha Timothy itu menuturkan, kisah film ini tak mencontek dari sinetron Wiro Sableng yang pernah ngetop di TV era 1990an itu. Sebaliknya, referensi film ini dari buku asli yang ditulis oleh bapaknya, Bastian Tito. Makanya, Vino harus membaca dulu sekira 10 jilid buku Wiro Sableng, dari total 185 jilid buku.

“Saya memang hanya membaca 10 jilid pertama, karena pada film ini adalah kisah awal Wiro Sableng yang turun gunung. Ilmu Wiro masih cetek dan naif,” urainya.

Sebagai anak dari penulis kisah Wiro Sableng, Vino sedikit memahami filosofi angka 212 yang jadi trade mark Wiro Sableng.

Dia menuturkan, angka ‘2’ adalah tanda kekuasaan Allah SWT yang selalu berpasangan, seperti siang-malam, panas-dingin dan laki-perempuan.

Sedangkan angka ‘1’ adalah tauhid atau keesaan Allah SWT. Ketika angka 212 ini dijumlah, maka muncul angka ‘5’ yang merujuk rukun Islam.

“Karena Wiro adalah hero dari Indonesia, maka ‘5’ juga merujuk pada dasar negara yakni Pancasila,” katanya.

Yang tak kalah penting, film Wiro Sableng ini akan berlanjut ke chapter dua. Kisah ini berlanjut, tak lepas dari antusiasnya orang yang menonton film ini. Sejak dilaunching per 30 Agustus lalu hingga Jumat (7/9/2018), jumlah penonton sudah mencapai 1 juta orang dan akan terus bertambah.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help